Terkini Daerah
Berhasil Ditangkap, Ayah yang Bakar Wajah Anak di NTT Akui Kesal dan Ancam Polisi dengan Tulisan
Aparat Kepolisian di NTT akhirnya berhasil menangkap pelaku alias AS (45), ayah yang menganiaya anak balitanya DDS (2) dengan cara membakar wajahnya.
Penulis: Atri Wahyu Mukti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Aparat Kepolisian Resor Kupang dan Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) akhirnya berhasil menangkap pelaku alias AS (45), seorang ayah yang menganiaya anak balitanya DDS (2) dengan cara membakar wajahnya.
Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, sebelum ditangkap, pelaku yang membakar wajah anak balitanya NTT itu mencoba kabur dan melarikan diri setelah membakar wajah anak kandungnya sendiri.
Kasat Reskrim Polres Kupang NTT, Iptu Simson L Amalo mengatakan pihaknya berhasil menangkap pelaku di Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Kamis (18/7/2019) malam.
"Ditangkap tadi malam sekitar pukul 19.00 WITA," kata Amalo, Jumat (19/7/2019) pagi.
• TERUNGKAP Motif Ayah Tega Aniaya Anak Balitanya dengan Bakar Wajah hingga Korban Alami Patah Tulang
Amalo menuturkan, pelaku ditangkap setelah pihaknya bekerja sama dengan Sub Direktorat Jatanras Polda NTT.
Setelah ditangkap, pelaku kemudian digiring ke Markas Polsek Kupang Barat.
Saat ditemui awak media, pelaku AS mengaku berusaha selalu melarikan diri, setelah mendengar kabar dirinya menjadi incaran aparat kepolisian lantaran menganiaya anaknya.
Pelaku yang kesal karena jadi buron menuliskan kata-kata bernada ancaman kepada polisi di sebuah papan dan ditempatkan di depan rumahnya.
Setelah menulis ancaman itu, pelaku kemudian melarikan diri ke rumah keluarganya.
Diberitakan Kompas.com sebelumnya, Kasubag Humas Polres Kupang, Iptu Simon Seran mengungkapkan motif AS menganiaya DDS hingga mengalami sejumlah luka di tubuhnya.
Dijelaskan Simon, AS menganiaya DDS dengan membakar wajah hingga korban mengalami patah tulang dikarenakan kesal mendengar suara tangisan putrinya tersebut.
• Fakta-fakta Ayah Aniaya Anak Kandung di Lampung, Diseret & Diinjak-injak, Tetangga Tak Berani Tolong
Simon mengatakan, pelaku merasa kesal lantaran sebelumnya menjaga DDS yang saat itu kondisinya kurang sehat dan mengalami gizi buruk.
"Keseharian pelaku hanya tinggal di rumah. Sedangkan pelapor EL (ibu korban) lah yang mencari nafkah dengan berjualan sayur," jelas Simon.
"Namun, saat dijaga, korban kerap menangis karena kurang sehat, sehingga pelaku merasa risih dan membakar sekeliling mulut korban menggunakan api rokok hingga luka," sambungnya.
Dijelaskan, akibat penganiayaan itu, kini DDS di rawat di Rumah Sakit Umum (RSU) WZ Johannes Kupang.