Kabar Tokoh

Akui Kecewa dengan Hasil Investigasi TGPF, Novel Baswedan: Mereka Mengada-ada, Saya Enggak Ngerti

Novel Baswedan mengkritik pengungkapan kasus penyiraman air keras yang dilakukan oleh TGPF. Novel menilai banyak poin yang mengada-ada.

Akui Kecewa dengan Hasil Investigasi TGPF, Novel Baswedan: Mereka Mengada-ada, Saya Enggak Ngerti
(DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.com)
Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan di gedung KPK, Jakarta, Selasa (11/12/2018) 

TRIBUNWOW.COM - Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, mengaku kecewa dengan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) atas pengungkapan kasus penyiraman air keras yang menimpanya.

Menurut Novel Baswedan, dari beberapa poin fakta yang diungkapkan TGPF, adalah hal yang mengada-ada.

Dikutip dari channel YouTube CNN Indonesia Kamis (18/7/2019), Novel Baswedan menyoroti pernyataan TGPF tentang kasus 'High Profile' yang diduga ada kaitannya dengan kasus penyiraman tersebut.

TGPF menyebut bahwa kasus 'High Profile' itu diketahui ada kaitannya dengan kasus pemberantasan korupsi yang pernah ditangani saat Novel Baswedan menjabat.

Mengkritisi fakta tersebut, Novel Baswedan menyebut bahwa seharusnya yang lebih tahu tentang kasus tersebut adalah KPK, bukan TGPF.

"Mengada-ada lah, kalau memang itu ada masalah seperti itu pastinya dari KPK yang lebih tahu. Masa sih ada tiba-tiba berpikir demikian," jelas Novel Baswedan.

"Atau saya enggak paham, ataukah beliau-beliau tim pakar ini memang sebegitu cerdasnya sehingga logika saya enggak sampai, saya enggak ngerti," ucapnya.

Didesak Bentuk Tim Fakta Independen Tangani Kasus Novel Baswedan, Jokowi: Tugas Kapolri Apa?

Novel Baswedan juga menyebutkan bahwa ia melihat hal penting yang justru tidak didalami oleh TGPF.

"Jadi saya mau katakan bahwa saya enggak ngerti saya harus bicara apa, karena mandat utama dari tim itu adalah dari rekomendasi dari Komnas HAM, adalah masalah abuse of process dari masalah penyidikan," ucap Novel.

Namun, menurut Novel, tim TGPF sama sekali tidak membahas dan menyinggung hal tersebut dalam pencarian fakta yang dilakukan.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Nila Irdayatun Naziha
Editor: Ananda Putri Octaviani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved