Kabar Ibu Kota

Polda Metro Jaya dan Kejati DKI Jakarta Dituntut Rp 746 Juta oleh 4 Pengamen Korban Salah Tangkap

Dalam prosesnya, polisi dituduh melakukan kekerasan terhadap empat orang anak ini agar mau mengaku melakukan pembunuhan.

Polda Metro Jaya dan Kejati DKI Jakarta Dituntut Rp 746 Juta oleh 4 Pengamen Korban Salah Tangkap
Daily Hive Vancouver
ILUSTRASI -- Pengamen korban salah tangkap tuntut Polda Metro Jaya dan Kejati DKI Jakarta Rp 746 juta. 

TRIBUNWOW.COM - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta menuntut kerugian dari Kepolisian Daerah Polda Metro Jaya dan Kejaksaan Tinggi DKI karena salah menangkap orang dalam kasus pembunuhan.

Mereka yang jadi korban salah tangkap adalah empat orang pengamen yang saat itu masih di bawah umur.

Semua berawal ketika empat orang pengamen berinisial FI (17), FA (12), UC (13) dan PA (16) ditangkap Jatanras Polda Metro Jaya pada 2013.

Mereka ditahan karena dituduh melakukan pembunuhan di kolong jembatan samping kali Cipulir, Jakarta Selatan.

Dalam prosesnya, polisi dituduh melakukan kekerasan terhadap empat orang anak ini agar mau mengaku melakukan pembunuhan.

Polda Metro Jaya Beberkan Alasan Tolak Laporan Kuasa Hukum Pablo Benua

Mereka akhirnya terpaksa mengaku dan kasus itu naik ke Kejaksaan hingga akhirnya di sidangkan di Pengadilan.

Mereka kemudian divonis hakim bersalah dan harus mendekam di penjara anak Tanggerang. Belakang, keempat anak ini dinyatakan tidak bersalah dalam peristiwa pembunuhan tersebut.

Mereka dinyatakan tidak bersalah dalam putusan Mahkamah Agung melalui putusan Nomor 131 PK/Pid.Sus/2016.

Mereka bebas pada tahun 2013.

Selang tiga tahun kemudian. LBH Jakarta kembali memperjuangkan hak ganti rugi atas penahanan tersebut.

Kata Pakar soal Hal yang Buat Habib Rizieq Tak Bisa Pulang ke Indonesia, Bukan karena Dicegah

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Lailatun Niqmah
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved