Pilpres 2019

Nilai Permohonan Sengketa Pilpres Prabowo-Sandiaga ke MA 'Nebis In Idem', Yusril: Pasti Ditolak

Yusril menilai bahwa sengketa pelanggaran administrasi pemilu ke MA yang diajukan kubu Prabowo merupakan perkara nebis in idem atau tak bisa diadili.

Nilai Permohonan Sengketa Pilpres Prabowo-Sandiaga ke MA 'Nebis In Idem', Yusril: Pasti Ditolak
Kompas.com
Ketua Tim Hukum 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra. 

TRIBUNWOW.COM - Kuasa hukum pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra menilai bahwa sengketa pelanggaran administrasi pemilu (PAP) ke Mahkamah Agung (MA) yang diajukan kubu Prabowo-Sandiaga merupakan perkara 'nebis in idem' atau tak dapat diadili.

"Perkara ini bisa jadi nebis in idem," ujar Yusril saat ditemui di kantornya, Kasablanka Office Tower, Jakarta, Jumat (12/7/2019).

Dengan demikian, Yusril memprediksi MA akan menolak permohonan sengketa yang diajukan Prabowo-Sandiaga.

"Pasti akan ditolak," lanjut dia.

Yusril menjelaskan, dugaan pelanggaran pilpres yang terstruktur, sistematis, dan masif sebenarnya juga sudah pernah diadili oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

Sudah Beri Tahu Jokowi akan Jadi Pengacara Tersangka Rencana Pembunuhan Pejabat, Yusril: Tak Masalah

Seperti diketahui pasangan Prabowo-Sandiaga mengajukan gugatan sengketa hasil Pilpres 2019 ke MK.

Dalam dalil permohonannya tim hukum Prabowo-Sandiaga juga menyebut telah terjadi kecurangan yang terstruktur, sistematis dan masif selama pilpres 2019.

Namun, pada 27 Juni 2019, MK menolak seluruh dalil permohonan yang diajukan tim hukum Prabowo-Sandiaga.

Dengan demikian, kata Yusril, MA tidak dapat mengadili sengketa pelanggaran pemilu karena hal itu pernah diadili dan diputus oleh MK.

"Karena MK sudah mengadili dan sudah inkrah, sudah mengadili pelanggaran TSM dan sudah ditolak oleh MK karena tidak punya alasan hukum. Jadi perkara yang sama dengan termohon yang sama tidak bisa diadili dua kali," kata Yusril.

Usaha Kubu Prabowo-Sandiaga yang Kembali Ajukan Gugatan Sengketa Pilpres 2019 ke MA

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved