Breaking News:

Pilpres 2019

TKN Sindir Prabowo soal Ada Relawan 02 yang Belum Terima Putusan MK, Singgung soal Jiwa Kepemimpinan

Direktur Kampanye TKN Jokowi-Ma'ruf, Benny Ramdhani menyinggung soal kepemimpinan Prabowo saat menanggapi soal relawan 02 belum menerima putusan MK.

Capture Youtube KompasTV
Direktur Kampanye Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Benny Ramdhani memberikan tanggapan atas pernyataan Gerindra yang menyebut masih ada relawan pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang belum menerima putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa hasil Pilpres 2019. Hal tersebut disampaikan Benny saat menjadi narasumber dalam Dialog Kompas Petang di kanal YouTube KompasTV, Kamis (4/7/2019) 

Benny bahkan menganalogikan hal ini dengan kepemimpinan seorang panglima perang di medan pertempuran.

"Panglima perang yang baik itu adalah panglima perang yang efektif untuk memerintahkan prajuritnya untuk masuk ke medan pertempuran," papar Benny.

"Tapi dia juga sangat didengar oleh pasukannya di mana ada perintah pasukannya untuk kembali ke barak atau ke markas," sambung dia.

Simak videonya mulai menit ke 7.44:

Sementara itu diberitakan dari video unggahan kanal YouTube KompasTV, Kamis (4/7/2019) sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Andre Rosiade mengakui sebagian relawan masih tidak terima dengan hasil putusan MK.

Hal ini disampaikannya, menanggapi terjadinya kericuhan di acara pembacaan sikap koalisi dan relawan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Korpas) terkait putusan MK di Jakarta, Selasa (2/7/2019) kemarin.

Kericuhan terjadi karena para relawan menolak pernyataan sikap yang disampaikan dalam acara tersebut.

Di ILC, Kuasa Hukum Tim 02 Ungkap Prabowo Marah karena Disebut Telah Lapang Dada Terima Putusan MK

Andre menjelaskan, sebagian besar relawan telah menerima putusan MK dan menyerahkan langkah selanjutnya pada Prabowo-Sandi.

Namun, masih ada 40 persen relawan yang belum menerima hasi putusan tersebut.

Andre Rosiade juga membantah acara ini digagas Seknas Prabowo-Sandi yang telah bubar pasca putusan MK tentang sengketa Pilpres 2019.

"Jadi kita telah melakukan survei, 60 persen pendukung Pak Prabowo itu sudah bisa menerima hasil keputusan MK. 60 Persen sudah menerima, legowo. Yang 40 persen terbagi dua, 25 persen terserah Pak Prabowo mau rekonsiliasi atau tidak, yang 15 persen menolak," ucap Andre.

"Jadi, tapi berdasarkan survei mayoritas pendukung Pak Prabowo menginginkan yang terbaik bagi bangsa dan negara."

Sementara itu mengutip Kompas.com, Andre mengklaim, ada relawan yang sengaja ingin memicu keributan dalam acara tersebut.

Halaman
123
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved