Pilpres 2019

Mahfud MD: Gerindra, PAN, Demokrat akan Bergabung, Tinggal PKS

Mahfud MD bahas rekonsiliasi pemerintah setelah BPN bubar, ia juga memastikan tiga partai yang mulanya oposisi akan bergabung ke pemerintahan.

Mahfud MD: Gerindra, PAN, Demokrat akan Bergabung, Tinggal PKS
WARTAKOTA/Henry Lopulalan
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD. 

TRIBUNWOW.COM - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menjawab pertanyaan soal kemungkinan rekonsiliasi setelah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno resmi dibubarkan.

Selain itu, Mahfud MD menyebut ada tiga partai yang hampir dapat dipastikan akan bergabung pada koalisi pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin periode 2019-2024.

Hal tersebut diungkapkan Mahfud MD dalam wawancara unggahan kanal YouTube metrotvnews, Minggu (30/6/2019).

Mahfud MD mulanya menyebut dalam dunia politik Indonesia, rekonsiliasi bukanlah hal baru lantaran tak terhindarkan untuk terjadi.

Bukan ke Mahkamah Internasional, Mahfud MD Sarankan Kubu 02 Tempuh Jalur Hukum Ini Pasca-putusan MK

 

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menjawab pertanyaan soal kemungkinan rekonsiliasi setelah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno resmi dibubarkan.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menjawab pertanyaan soal kemungkinan rekonsiliasi setelah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno resmi dibubarkan. (YouTube metrotvnews)

 

Sempat Sebut Ucapan Selamat Budaya Barat, Sandiaga Uno Akhirnya Beri Ucapan ke Jokowi-Maruf

"Dulu, saya sudah mengatakan di dalam politik Indonesia itu, rekonsiliasi itu selalu terjadi karena tidak bisa menghindar," ujar Mahfud MD.

Diketahui Koalisi Adil dan Makmur serta BPN pada Jumat (28/6/2019) lalu, dan Prabowo membebaskan partai yang menjadi anggota koalisinya untuk mengambil tindakan masing-masing.

Menanggapi hal itu, Mahfud MD menyebut kemungkinan besar ada tiga partai yang bergabung di koalisi petahana.

Ketiga partai itu adalah Partai Amanat Nasional (PAN), Gerindra, dan Demokrat, sedangkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bertahan menjadi oposisi.

"Dan kemarin sudah terjadi kan, pertama BPN sudah dinyatakan bubar, kemudian koalisi paslon 02 bubar, partainya disilakan sendiri-sendiri."

"Dan hampir dapat dipastikan tiga partai, Gerindra, PAN, dan Demokrat itu akan bergabung, tinggal PKS yang tidak," terang Mahfud MD.

Berikut video lengkapnya:

Ditanya Kapan Bertemu Jokowi, Sandiaga Uno: Tentunya Segera, Pak Prabowo Sedang Susun Satu Pemikiran

PKS Tak Ingin Koalisi dengan Pemerintah

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera mengungkapkan partainya tak ingin koalisi dengan pemerintahan periode tahun 2019-2024.

Dikutip TribunWow.com dari Kompas TV, Mardani mengungkapkan akan menjadi partai oposisi yang kritis terhadap pemerintahan nanti, Minggu (30/6/2019).

"Ya PKS keputusannya akan ditentukan dalam musyawarah Majelis Syuro," ujar Mardani.

"Kalau saya pribadi tetap melaungkan mari sebagai bagian yang menyatu dengan etika."

"Sebelumnya kita menjadi kompetitornya Pak Jokowi, sekarang sudah tidak ada kompetisi."

Andalkan Pengalaman 10 Tahun di Pemerintahan, Syarief Hasan Ingin Demokrat Berkoalisi dengan Jokowi

"Pak Jokowi menang, kita menjadi oposisi yang kritis dan konstruktif begitu," sambungnya.

Terkait sikap partainya, Mardani kemudian mengungkapkan alasan mengapa PKS memilih untuk tetap menjadi oposisi.

Dijelaskannya, partai oposisi masih diperlukan untuk mengontrol pemerintahan.

"PKS tentu ingin mencoba agar koalisi yang bertransformasi ini tetap dapat efektif untuk mengontrol pemerintahan," tegas Mardani.

Simak videonya di sini:

 

Prabowo-Sandi Bubarkan Koalisi

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto secara resmi membubarkan Koalisi Indonesia Adil dan Makmur yang mendukungnya pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Keputusan tersebut diambil melalui rapat internal bersama lima sekjen parpol dan sejumlah petinggi partai lainnya di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (28/6/2019).

"Sebagai sebuah koalisi yang mengusung pasangan calon presiden dan wakil presiden di dalam Pemilihan Umum Presiden 17 April yang lalu, tugas Koalisi Adil dan Makmur dianggap selesai," ujar Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani saat memberikan keterangan pers di media center pasangan Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Jumat (28/6/2019).

"Oleh karena itu sejak hari ini beliau (Prabowo) menyampaikan ucapan terima kasih dan Koalisi Adil Makmur selesai," ucapnya pada Kompas.com.

 Jawaban Arsul Sani saat Ditanya Siapa Partai Oposisi yang Berpeluang Masuk Pemerintahan

Muzani menuturkan, dalam rapat tersebut Prabowo mengembalikan mandat dukungan sebagai pasangan capres-cawapres ke masing-masing partai politik.

Sebab, Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutus perkara sengketa hasil Pilpres 2019.

Dalam putusannya, MK menolak seluruh dalil permohonan yang diajukan oleh tim hukum Prabowo-Sandiaga.

"Oleh karena itu mandat yang diberikan partai kepada beliau sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden hari ini dikembalikan kepada partai masing-masing," kata Muzani.

Setelah dibubarkan, lanjut Muzani, Prabowo menyerahkan keputusan dan pertimbangan terkait langkah-langkah politik ke partai masing-masing.

Ia menegaskan bahwa Prabowo tak akan mengintervensi apapun yang menjadi keputusan partai ke depannya.

 Bukan ke Mahkamah Internasional, Mahfud MD Usulkan Kubu 02 Tempuh Langkah Hukum Ini Pasca-putusan MK

"Beliau menghormati semua dan mempersilakan kepada partai politik untuk mengambil keputusan dan langkah politiknya masing-masing," ucap Muzani.

Rapat antara Prabowo dan lima sekjen parpol berlangsung sejak 14.30 WIB hingga menjelang magrib.

Selain Muzani, hadir dalam rapat tersebut Sekjen PKS Mustafa Kamal, Sekjen PAN Eddy Soeparno, Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan dan Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso.

Hadir pula sejumlah petinggi partai politik lainnya seperti Fadli Zon, Fuad Bawazier, Titiek Soeharto dan Maher Algadri.

(TribunWow.com/Ifa Nabila/Atri Wahyu Mukti)

WOW TODAY:

Ikuti kami di
Penulis: Ifa Nabila
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved