Pilpres 2019
Kata Sejumlah Partai Pendukung Petahana soal Kemungkinan Demokrat dan PAN Bergabung ke Jokowi
Kabar soal kemungkinan Demokrat dan PAN bergabung ke koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf kembali mencuat pasca MK selesai memutuskan sengketa Pilpres.
Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Kabar soal kemungkinan Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN) bergabung ke koalisi pendukung Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin kembali mencuat pasca Mahkamah Konstitusi (MK) selesai memutuskan hasil sengketa Pilpres 2019.
Hal ini lantas membuat banyak pihak berspekulasi partai pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan berpindah haluan ke petahana, terutama Demokrat dan PAN.
Terlebih, ada pula kabar yang menyebutkan bahwa Calon Presiden Petahana Jokowi mempersilakan partai oposisi untuk bergabung di pemerintahan.
• Tak Mau Kegeeran PAN Ditawari Koalisi Jokowi, Faldo Maldini: Karena Kita Tahu Diri Sih
Namun, belum ada keterangan secara resmi dari Jokowi sendiri untuk membuka peluang oposisi bergabung dalam pemerintahannya di periode kedua.
Meski begitu, sejumlah tokoh yang tergabung dalam partai pendukung Jokowi-Ma'ruf tampak sudah memberikan tanggapannya atas adanya kabar tersebut.
Dikutip TribunWow.com, berikut ini tanggapan sejumlah tokoh tersebut:
1. Politisi Golkar, Ace Hasan Syadzily
Politisi Golongan Karya (Golkar), Ace Hasan Syadzily memberikan tanggapan atas kemungkinan partai oposisi diajak berkoalisi oleh Calon Presiden 01,Jokowi.
Dikutip TribunWow.com dari tvOne, pernyataannya itu terkait ikhlas atau tidaknya Partai Golkar jika hal tersebut benar terjadi.
Mulanya pertanyaan itu diberikan oleh pembawa acara 'Apa Kabar Indonesia Malam', Minggu (30/6/2019).
"Sebenarnya, dari Golkar sendiri ikhlas tidak ya jika partai-partai seperti PAN, Demokrat, atau mungkin Gerindra, juga PKS diajak masuk ke koalisi Pak Jokowi," ujar pembawa acara, Sabtu (29/6/2019) malam.
• Jawaban Hinca Panjaitan saat Demokrat Ditanya, Lebih Untung Masuk Pemerintahan atau Oposisi?
Pertanyaan tersebut lantas ditanggapi oleh Ace yang juga diketahui merupakan Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf Amin.
Ace mengungkapkan, tidak bisa menjawab secara pasti Golkar iklhas atau tidak jika benar partai oposisi beralih dan bergabung ke koalisi pemerintahan.
"Yang harus menjadi dasar kita untuk melihat proses politik saat ini, dalam pandangan kami ini bukan soal bagi-bagi kursi, bukan bagi-bagi bahwa dari kubu sebelah mau bergabung dengan Koalisi Indonesia Kerja lalu kemudian dari situ otomatis kita berbicara soal bagi-bagi kekuasaan," jawab Ace Hasan
"Nah, karena itu saya tidak bisa menjawab ikhlas atau tidak," sambungnya.
Ace lantas menjelaskan alasannya menyampaikan hal tersebut.
"Karena konteksnya menurut pandangan kami, rekonsiliasi dalam pengertian sosiologis politis, ini harus dilakukan dalam kerangka kita harus beralih dari Pilpres 2019 yang sudah selesai ini, berbicara tentang bagaimana membangun bangsa ke depan gitu lo," tandasnya.