Breaking News:

Sidang Sengketa Pilpres 2019

Mahfud MD Nilai Hairul Anas Pintar dan Berani meski Kesaksiannya Mentah: Bisa Jadi Politikus Besar

Mantan Ketua MK Mahfud MD memberikan pujiannya kepada sang keponakan yang jadi saksi dari pasangan 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hairul Anas.

Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Claudia Noventa
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
MAHFUD MD - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD hadiri diskusi yang bertajuk Saresehan Kebangsaan, di Four Points Hotel, Medan, Sumatera Utara, Sabtu (9/2/2019). 

TRIBUNWOW.COM - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD memberikan pujiannya kepada sang keponakan yang jadi saksi dari pasangan 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hairul Anas.

Diberitakan TribunWow.com, hal tersebut seperti tampak dalam program 'Fakta' tvOne bertajuk 'Menanti Putusan Mahkamah Konstitusi', Senin (24/6/2019).

Dalam tayangan tersebut, Mahfud MD memberikan pujian tersebut meskipun dia mengkritik kesaksian Hairul Anas yang dinilainya sangat mentah.

Mahfud MD Sebut Tak Ada yang Bisa Dibuktikan Tim Hukum 02 atas Apa yang Digugatkan dalam Sidang MK

Hal ini berawal dari pembawa acara 'Fakta' tvOne yang meminta Mahfud MD memberikan tanggapannya atas keponakannya yang menjadi saksi dari 02.

"Hairul Anas, iya. Sangat pintar," kata Mahfud MD langsung memberikan pujiannya pada sang keponakan.

Namun, Mahfud juga langsung memberikan kritikannya atas pemaparan sang keponakan di dalam sidang sengketa Pilpres.

"Tapi materi kesaksiannya sejak awal saya anggap sangat mentah," ujarnya.

"Pertama soal situng, dia mengatakan situng. Lah kok ngakses situng dari robot? Kamu (pembawa acara) saja bisa akses situng, ngakses itu boleh," sambung Mahfud.

Sementara itu, ada juga 3 hal pernyataannya yang menurut Mahfud masih sangat mentah.

"Dia mengatakan, itu waktu saya ikut pelatihan diberitahu bahwa di dalam demokrasi itu curang biasa. Lah bilang begitu kan biasa wong di buku-buku banyak," jelas Mahfud.

"Kecurangan itu biasa terjadi, asal tidak melatih orang untuk curang. Dan itu kan tidak melatih hanya bercerita, hati-hati loh dmokrasi itu biasa curang, kamu jangan curang."

"Yang kedua bilang pejabat, yang ketiga bilang golput," lanjutnya.

Sebut Tak Tepat Ada Rekonsiliasi antara Prabowo dan Jokowi, Miftah Sabri: Ada Asumsi di Belakangnya

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menyinggung perdebatan soal status calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin di Bank Syariah Mandiri (BSM) dan BNI Syariah saat diminta untuk memberikan perkiraan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa Pilpres.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menyinggung perdebatan soal status calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin di Bank Syariah Mandiri (BSM) dan BNI Syariah saat diminta untuk memberikan perkiraan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa Pilpres. (Capture Youtube Talkshow tvOne)

Mahfud menilai, Hairul Anas justru terbalik terkait persoalan golput ini.

Mahfud menjelaskan, TKN justru berkampanye agar tidak ada orang yang golput dalam Pilpres.

Mahfud MD Singgung Status Maruf Amin saat Perkirakan Hasil Putusan MK: Anak Perusahaan Bagian BUMN

"Karena apa? Hasil survei anak milenial itu pada umumnya tidak akan milih. Tetapi ketika di tanya kalau Anda milih akan milih siapa, 73 persen itu memilih Jokowi," terang Mahfud.

Halaman
12
Tags:
Mahfud MDHairul AnasSidang Sengketa Pilpres 2019Prabowo SubiantoJoko Widodo (Jokowi)
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved