Breaking News:

Kabar Tokoh

Percepat Pembangunan Negara, Nasfryzal Carlo Tekankan Nilai Semangat Gotong Royong di Daerah

Nasfryzal Carlo mengatakan gotong Royong yang merupakan inti dari nilai luhur dalam Pancasila perlu dan mendesak ditumbuhkan kembali.

Istimewa/TribunWow.com
Prof. Dr. Ir. H. Nasfryzal Carlo, M.Sc, PA, CES 

“Hingga saat ini ada 12 Cabang Kwartab dan satu cabang di Malaysia. Tanpa adanya perantau yang pulang kampung untuk membantu pembangunan nagari, perkembangan nagari menjadi sangat lambat karena kemampuan keuangan pemerintah yang terbatas. Oleh sebab itu, Kwartab ini secara tanpa disadari membangun sinergi dengancara gotong royong membangun Nagari. Namun gotong royong antara perantau dan dan masyarakat tinggal hanya dapat dilakukan jika masing-masing menyingkirkan keegoannya, menghilangkan perbedaan dan perpecahan yang mungkin saja timbul,” jelas Carlo.

Selain itu Carlo juga mengungkapkan, ada benang merah dalam membangun nagari oleh masyarakat perantau di manapun berada.

Para perantau melalui Kwartab di masing-masing daerah harus bekerja sama dengan pemerintah masing-masing daerah tujuan rantau.

Mahfud MD Sebut Kubu Prabowo-Sandi Tak Bisa Buktikan Dalilnya dalam Sidang: Buktinya Apa?

Oleh karena itu, pemerintah daerah tujuan rantau itu langsung ataupun tidak langsung ikut memberikan kontribusi secara tidak langsung kepada Nagari.

“Dalam konteks ini, masyarakat Tanjung Balik di daerah tujuan rantau harus memahami budaya, adat istiadat dan budaya yang di daerah tujuan rantau. Secara tidak langsung, mereka belajar budaya lain dan memahaminya. Secara otomotasi, Kwartab mendorong para anggotanya untuk membangun kerukunan baik kerukunan di daerah tujuan rantau ataupun juga kerukunan dengan nagari asal,” tegas Alumnus Lemhannas PPSA XXI ini.

“Bagi saya, kerukunan masyarakat rantau dari daerah lain tentu memiliki visi yang sama dalam membangun desanya masing-masing. Sehingga menurut saya, budaya gotong royong ini pantas digalakan untuk mempercepat pembangunan ekonomi daerah asal masing-masing. Kesejahteraan masyarakat desa asal lambat terwujud jika hanya menunggu perputaran ekonomi yang berasal dari pemerintah,” jelas Carlo, yang Guru Besar Universitang Bung Hatta ini.

Menurut pemandangan Carlo, pola gotong royong melalui keterlibatan masyarakat rantau tidak dapat dilakukan secara tradisional.

Masing-masing kerukunan atau paguyuban masyarakat rantau harus memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk secara presisi mengumpulkan data sumberdaya manusia, pemanfaat website sebagai pengenalan terhadap investor dan juga memperluas jaringan (networking).

(Press Release)

WOW TODAY

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Sumatera BaratNasfryzal CarloSolok
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved