Kabar Tokoh
Percepat Pembangunan Negara, Nasfryzal Carlo Tekankan Nilai Semangat Gotong Royong di Daerah
Nasfryzal Carlo mengatakan gotong Royong yang merupakan inti dari nilai luhur dalam Pancasila perlu dan mendesak ditumbuhkan kembali.
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Alumnus Lemhannas PPSA XXI, Prof. Dr. Ir. H. Nasfryzal Carlo, M.Sc, PA, CES, telah mengakhiri tugasnya sebagai Ketua DPP Kwartab (Kerukunan Warga Tanjung Balik), Tanjung Balik, Nagari X Koto Di Atas, Solok, Sumatera Barat, pada Minggu (23/6/2019).
Jabatan yang telah diembannya selama dua belas tahun atau empat periode itu memberikan makna mendalam tentang local wisdom terkait dengan nilai gotong royong.
Posisi sebagai Ketua DPP Kwartab kemudian diserahkan kepada H. Syamsul Bahri, S.Pd., MM pada Minggu (9/6/2019).
• Uskup Militer Italia Beri Apresiasi pada Peran TNI-Polri dalam Tangani Pesta Demokrasi di Indonesia
Dalam kesempatannya, Nasfryzal Carlo mengatakan gotong Royong yang merupakan inti dari nilai luhur dalam Pancasila perlu dan mendesak ditumbuhkan kembali melalui paguyuban diaspora desa asal.
Menurutnya, berbagai paguyuban masyarakarat rantau yang berasal dari berbagai daerah dapat menjadi wadah dan sarana terbaik untuk membangun kembali semangat gotong royong.
Sekalipun sederhana, kata Nasfryzal Carlo, semangat gotong royong dengan cara seperti ini dirasa tepat sebagai sarana membangun secara bersama-sama daerah asal.
Terbangunnya daerah asal diharapkan mempercepat pembangunan negara.
• Putut Prabantoro Ungkap Pentingnya Penggunaan Sila Keempat Pancasila sebagai Pola Komunikasi
Kwartab, demikian Carlo menjelaskan, merupakan sebuah organisasi sosial perantauan yang semula berdiri di Depok, Jawa Barat.
Dewan Pengurus Pusat (DPP) berkedudukan di mana Ketua Umumnya berada.
Nagari merupakan pembagian wilayah berdasarkan adat yang bisa disamakan dengan Desa atau Kelurahan.
“Tanjung Balik adalah sebuah nagari setingkat pemerintahan desa dibawah Kecamatan X Koto Di atas, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Indonesia. Pada tahun 1950 - 1960, Nagari Tanjung Balik dikenal sebagai pusat pemerintahan atas 10 Nagari, pusat ekonomi, pusat agama dan pusat kebudayaan. KWARTAB sebagai organisasi Kerukunan Warga Tanjung Balik embrio dimulai sejak tahun 1980. Hanya secara resmi Kwartab didirikan pada 16 September 1991,” ujar Nasfryzal Carlo, di Tanjung Balik, Sumatera Barat, Minggu (23/6/2019) seperti rilis yang diterima TribunWow.com.
Menurut Carlo, Indonesia menjadi kuat karena gotong royong dan bukan nilai yang lain.
Ada budaya merantau dari berbagai suku di Indonesia, yang masyarakat perantauan itu memiliki keterpanggilan untuk membangun desanya.
Dengan caranya sendiri dari setiap organisasi, masing-masing perantau merasa terdorong untuk mempercepat pembangunan desanya.
Namun, itu hanya dapat dilakukan dengan cara bersama-sama.