Sidang Sengketa Pilpres 2019
Tak Selalu Berseberangan, TKN dan BPN Sepakat soal Kredibilitas Hakim MK hingga akan Adanya Aksi
Meski kerap berbeda pendapat terkait sengketa Pilpres 2019, TKN Jokowi-Ma'ruf dan BPN Prabowo-Sandi akhirnya menyatakan sepakat pada beberapa hal.
Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Meski kerap berbeda pendapat terkait sidang sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), Tim Kemenangan Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akhirnya menyatakan sepakat pada beberapa hal.
Diberitakan TribunWow.com dari Kompas.com, kedua kubu tampak satu suara dalam menyatakan kepercayaannya pada kredibilitas sembilan hakim MK dalam memutuskan hasil sidang sengketa.
Dalam diskusi bertajuk "Sidang MK dan Kita" di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (22/6/2019), Juru Bicara Tim Hukum TKN Jokowi-Ma'ruf, Razman Arif Nasution menyatakan bahwa pihaknya yakin para Hakim MK akan memutuskan hasil sengketa dengan baik dan adil.
Razman juga meyakini bahwa para hakim bekerja secara independen.
• Ahli 01 Sebut Kuasa Hukum BPN sebagai Saudara, Hakim MK Beri Tanggapan yang Buat Peserta Tertawa
"Semuanya independen dan kami yakin bahwa apa yang akan mereka putuskan nanti itu lah yang terbaik, sehingga demokrasi kita enggak dibawa ke jalanan," kata Razman.
Di acara yang sama, Juru Bicara Tim Hukum Prabowo-Sandi, Hendarsam Marantuko juga menyatakan kepercayaannya pada kesembilan Hakim MK.
Ia yakin dengan para hakim yang bisa bersikap adil.
Hendarsam juga menyebutkan, Hakim MK adalah orang-orang terpilih yang memiliki kredibilitas tinggi.
• Tanggapi Kasus Soenarko dan Kivlan Zen, Agum Gumelar: Harapan Saya, Mereka Kembali ke Jalan Lurus
"Saya harus percaya dan harus yakin sembilan hakim MK orang-orang yang punya kredibilitas yang tinggi, profesional, sehingga memberikan putusan yang baik," ujar Hendarsam.
Tak hanya soal kredibilitas Hakim MK, Razman dan Hendarsam juga menyatakan sepakat mengajak pendukung kubunya agar tak menggelar aksi di jalan setelah putusan MK diumumkan.
Mengutip Kompas.com, Hendarsam bahkan menyatakan yakin kalau pihaknya tak akan menggelar aksi tersebut.
Hendarsam juga menyebutkan, pihaknya juga akan menerima apa pun keputusan MK soal sengketa hasil pilpres ini secara lapang dada.
"Dari kami tegak lurus satu komando Pak Prabowo Subianto untuk fokus pada proses persidangan, enggak ada yang lain," terang Hendarsam.
• Arief Budiman Minta Semua Pihak Siapkan Diri Terima Apapun Putusan MK, Termasuk KPU
Hendarsam juga mengimbau masyarakat untuk dapat memahami bahwa seluruh proses pilpres ini, secara politik hanya merupakan kontestasi.
"Sama saja kalau pertandingan tinju, gebuk-gebukan, babak belur, setelah itu ya kalau dia sportif dia akan pelukan lagi siapapun pemenangnya," ujarnya.
Razman lantas menyatakan kesepakatannya dan meminta agar tidak ada masyarakat yang menggelar aksi di jalanan.
Ia juga meminta agar masyarakat mau mempercayakan proses sengketa pilpres ini pada MK.
Dijelaskannya, keputusan MK ini sudah bersifat final dan mengikat.
"Sudahilah demokrasi jalanan, kita masuk ke gedung untuk kita bersuara di dalam," ujarnya.
(TribunWow.com)
WOW TODAY: