Terkini Nasional
Ryamizard Ryacudu Sebut 3 Persen TNI Terpapar Radikalisme, Agum Gumelar: Sinyalemen Itu Wajar
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Agum Gumelar angkat bicara terkait pernyataan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Agum Gumelar angkat bicara terkait pernyataan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.
Agum Gumelar mengatakan bahwa temuan dari Menhan itu biasa terjadi di insititusi TNI.
"Jadi kalau ada 3 persen yang katanya tak percaya Pancasila, saya rasa sinyalemen itu wajar bisa terjadi," kata Agum Gumelar usai menghadiri acara Halal Bihalal dengan Purnawirawan TNI di The Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat (21/6/2019).
Agum Gumelar mengungkapkan kemungkinan terpaparnya sejumlah anggota TNI dikarenakan saat ini pemerintah sedang bertekad untuk menghapuskan paham radikal di Indonesia.
Lalu, sejumlah pihak menekanan agar TNI bersikap netral dan tidak boleh berpihak.
Namun, kata Agum, hal itu disalah artikan sejumlah anggota TNI.
• Coba Rebut Senjata Polisi, Raja Begal yang Beraksi di 43 TKP di Makassar Akhirnya Tewas
"TNI harus netral, tak boleh memihak, katanya begitu. Saya bilang, itu keliru besar. Kalau NKRI dan Pancasila menghadapi ancaman, kita semua tak bisa bersikap netral, kita semua harus membela NKRI. Membela Pancasila. Tak bisa netral. Itu ancaman buat negara," ucap Agum pada Tribunnews.
Untuk itu, mantan Komandan Kopassus ini menegaskan, jika terjadi ancaman terhadap NKRI dan Pancasila, semua pihak tidak boleh bersikap netral.
"Anda-anda pun tak bisa bersikap netral. Nah, yang 3 persen itu yang harus kita luruskan," tegas Agum.
Pernyataan Menhan
Kalangan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) mulai didapati terpapar paham radikalisme.
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu lalu mengaku prihatin terhadap dengan sekelompok tertentu yang ingin mengganti ideologi negara Pancasila dengan ideologi khilafah negara Islam.
• Bambang Widjojanto Merasa Saksi Ahli 01 dan 02 Dapat Perlakuan Berbeda, Hakim MK Beri Penjelasan
Data Kementerian Pertahanan (Kemhan), sebanyak sekitar tiga persen anggota TNI yang sudah terpapar paham radikalisme dan tidak setuju dengan ideologi negara, Pancasila.
"Kurang lebih 3 persen, ada TNI yang terpengaruh radikalisme," ujar Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu dalam sambutan pada acara halalbihalal Mabes TNI yang dilangsungkan di GOR Ahmad Yani Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (19/6/2019).
"Saya sangat prihatin, dengan hasil pengamatan yang dilakukan Kementerian Pertahanan baru-baru ini, tentang Pancasila. Pancasila itu kan perekat negara kesatuan ini. Rusaknya Pancasila, rusaknya persatuan kita. Hilangnya Pancasila, berarti hilangnga negara ini," kata Ryamizard.