Kabar Tokoh

Penetapan Tersangka Mantan Jenderal TNI-Polri, Gatot Nurmantyo Sebut Makar Bisa Dihukum Mati

Mantan Panglima TNI (Purn) Gatot Nurmantyo bicarakan soal tiga mantan jenderal TNI dan Polri yang ditetapkan sebagai tersangka dalam aksi 22 Mei.

Nasional Kompas
Gatot Nurmantyo 

TRIBUNWOW.COM - Mantan Panglima TNI (Purn) Gatot Nurmantyo angkat bicara terkait tiga mantan jenderal TNI dan Polri yang ditetapkan sebagai tersangka dalam aksi kerusuhan 21-22 Mei di jakarta. 

Hal itu disampaikan Gatot saat menjadi narasumber acara 'Kabar Petang; di tvOne, dikutip TribunWow.com, Rabu (12/6/2019)

Diketahui bahwa ketiga tokoh tersebut yakni mantan Staf Kepala Kostrad Mayjen (purn) Kivlan Zen serta mantan Danjen Kopassus Mayjen (Purn) Soenarko ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar dan kepemilikan senjata api ilegal.

Sementara mantan Kapolda Metro Jaya Komjen (Purn) Mochammad Sofyan Jacob ditetapkan tersangka atas dugaan makar.

Gatot Nurmantyo Sebut Ada Dua Instansi Pemerintah yang Fasilitasi Kasus Senjata Selundupan Soenarko

Saat menanggapi kasus tersebut, Gatot mengatakan jangan sampai ada pihak yang mendiskreditkan institusi tertentu.

"Saya melihatnya, tolong dalam kasus-kasus semacam ini, kita seharusnya memerlukan persatuan dan kesatuan," jelas Gatot.

"Jangan mendiskreditkan satu-satu institusi."

"Jadi tersangka ya enggak masalah, namanya juga tersangka kan gitu, kita buktikan dalam pengadilan," sambungnya.

Gatot lantas mempertanyakan kemampuan purnawirawan dalam melakukan makar.

Terkait itu, ia mengungkapkan jika orang yang melakukan makar akan mendapatkan hukuman berat.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Atri Wahyu Mukti
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved