Kabar Tokoh

BPN Prabowo-Sandi akan Beri Bantuan Hukum Kivlan Zen dan Soenarko, Gerindra Bicarakan Jaminan

Penjelaskan Politisi Partai Gerindra, Andre Rosiade soal BPN Prabowo-Sandi akan beri bantuan hukum untuk Kivlan Zen dan Soenarko.

BPN Prabowo-Sandi akan Beri Bantuan Hukum Kivlan Zen dan Soenarko, Gerindra Bicarakan Jaminan
Tribunnews.com/Taufik Ismail
Politisi Gerindra sekaligus Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Andre Rosiade. 

TRIBUNWOW.COM - Politisi Partai Gerindra, Andre Rosiade menjelaskan bahwa Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan memberikan bantuan hukum untuk mantan Staf Kepala Kostrad Mayjen (purn) Kivlan Zen dan mantan Danjen Kopassus Mayjen (Purn) Soenarko.

Andre menjelaskan bahwa bantuan itu akan diberikan seperti BPN Prabowo-Sandi memberikan bantuan kepada para pendukungnya, yakni Lieus Sungkharisma, Mustofa Nahrawardhaya, dan Eggi Sudjana.

Ia menyatakan, bantuan hukum akan dilakukan oleh Direktur Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandi, Sufmi Dasco Ahmad.

Kekecewaan Gatot Nurmantyo soal Ketiga Seniornya Jadi Tersangka Dugaan Makar: Sangat Menyakitkan

"Ya tentu kami akan berikan bantuan secara hukum," ujar Andre, dikutip TribunWow.com dari Kompas TV, Rabu (12/6/2019).

"Seperti Bang Lieus, Bang Mustofa kan sudah keluar, dijamin oleh Direktoral Advokasi dan Hukum kita Bang Dasco."

"Lalu Bang Eggi Sudjana juga surat jaminannya sudah masuk dari Bang Dasco dan juga dari Bang Fadli Zon," sambungnya.

Andre menyatakan dalam waktu dekat pihaknya akan membicarakan jaminan hukum untuk Kivlan Zen dan Soenarko.

Penetapan Tersangka Mantan Jenderal TNI-Polri, Gatot Nurmantyo Sebut Makar Bisa Dihukum Mati

Diketahui keduanya menjadi tersangka dugaan makar dan kepemilikan senjata ilegal atas kasus kerusuhan 22 Mei di Jakarta.

"Insya Allah dalam waktu dekat ini Bang Dasco juga akan bertemu dengan Pak Soenarko dan Pak Kivlan untuk membicarakan jaminan," jelas Andre.

"Jadi intinya, Insya Allah seluruh tokoh yang membantu Pak Prabowo selama ini tentu BPN khususnya Direktoral Advokasi dan Hukum kami akan membantu prosesnya," tandasnya.

Namun demikian, sebelumnya Andre juga menegaskan bahwa pihaknya sama sekali tidak terlibat atas aksi kerusuhan yang terjadi beberapa waktu lalu.

"Saya ingin tegaskan Pak Prabowo, Bang Sandi dan BPN tidak telibat dalam kasus kerusuhan 21-22 Mei," tegas Andre.

Simak videonya.

Purnawirawan Tersandung Kasus Makar

Kivlan Zein

Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen TNI (Purn), Kivlan Zen telah ditetapkan tersangka kasus makar, dikutip dari Tribunnews.com.

Kivlan dilaporkan oleh seorang wiraswasta bernama Jalaludin dengan dugaan penyebaran berita bohong dan makar.

Laporan tersebut telah diterima dengan nomor LP/B/0442/V/2019/ BARESKRIM tertanggal 7 Mei 2019.

Pasal yang disangkakan terkait tindak pidana penyebaran berita bohong atau hoaks dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 14 an/atau Pasal 15 serta terkait keamanan negara atau makar dengan UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 dan/atau Pasal 163 jo Pasal 107.

 Mahfud MD Beberkan Peluang Kivlan Zein Bebas: Harus Bebas, kalau Jalurnya Tidak Ada

Saat itu Kivlan Zen ditemui pihak kepolisian saat tengah berada di Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (10/5/2019), untuk melakukan pencegahan agar tak pergi ke luar negeri.

Tal berselang lama, Kasubag Humas Ditjen Imigrasi Kemenkumham Sam Fernando mengatakan, pencabutan pencekalan terhadap Kivlan Zen ini juga atas permintaan pihak kepolisian.

Sam mengatakan, kepolisian mengirim permohonan pencabutan pencekalan lewat bernomor B/ 3248 a -RES 1.1.2/V/2019/BARESKRIM.

Surat itu ditandatangani Wakil Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Kombes Agus Nugroho atas nama Kepala Bareskrim pada 11 Mei 2019.

Mayor Jenderal TNI Purn Kivlan Zen tiba di gedung Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan di Jakarta, Rabu (29/5/2019). Kivlan Zein diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan makar.
Mayor Jenderal TNI Purn Kivlan Zen tiba di gedung Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan di Jakarta, Rabu (29/5/2019). Kivlan Zein diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan makar. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Kini pun Kivlan terjerat kasus kembali sebagai tersangka kepemilikan senjata api ilegal, dan ditahan pada Rabu (30/5/2019).

Kasus dugaan kepemilikan senjata api yang menjerat Kivlan berkaitan dengan penetapan enam tersangka yang menunggangi aksi unjuk rasa menolak hasil Pilpres 2019, di Jakarta, pada 21-22 Mei 2019.

Enam tersangka tersebut berencana untuk membunuh empat tokoh nasional.

Mereka memiliki inisial HK, AZ, IR, TJ, AD dan AF.

Soenarko

Mantan Danjen Kopassus Mayjen (Purn) Soenarko ikut terseret terjerat kasus di tengah Pilpres 2019.

Soenarko ditahan atas kepemilikan senjata ilegal.

Saat ini, Soenarko menjadi tahanan Mabes Polri dan dititipkan di Rumah Tahanan Militer Guntur, sedangkan Praka BP menjadi tahanan TNI di Rumah Tahanan Militer Guntur.

Soenarko sebelumnya dilaporkan ke Bareskrim Polri.

Ia dilaporkan dengan sangkaan mengarahkan sejumlah orang untuk mengepung Istana Negara dan gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada aksi unjuk rasa yang rencananya digelar Rabu (22/5/2019).

Penahanan Soenarko turut mendapat pembelaan dari sejumlah purnawirawan jenderal TNI.

 Berbeda dengan Kapolri, Kombes Pol Belum Bisa Memastikan Jenis Senjata yang Disebut Milik Soenarko

Mantan Kepala Badan Intelijen ABRI, Zacky Anwar Makarim menyatakan senjata yang disita polisi dan POM TNI yang dikaitkan dengan Soenarko adalah senjata rusak, dikutip dari YouTube KompasTV, Sabtu (1/6/2019).

Selain itu Mantan Perwira Pembantu Madya (Pabandya) bidang Pengamanan Komando Daerah Militer Iskandar Muda (IM) Kolonel Inf. (Purn) Sri Radjasa Chandra da yang janggal dari tuduhan penyelundupan senjata api ilegal terhadap Soenarko.

(TribunWow.com/Atri/Roifah)

WOW TODAY:

Ikuti kami di
Penulis: Atri Wahyu Mukti
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
Sumber: Kompas TV
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved