Breaking News:

Tips Kesehatan

Putus Cinta? Waspada Sindrom Patah Hati yang Bisa Sebabkan Nyeri di Dada dan Gangguan Jantung

Patah hati memang menyakitkan dan dapat menyebabkan nyeri di dada bahkan konsekuensi penyakit jantung. Berikut penjelasan pakar

Penulis: Ekarista Rahmawati P
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Boldsky.com
Ilustrasi 

TRIBUNWOW.COM - Patah hati memang menyakitkan dan dapat menyebabkan nyeri di dada bahkan konsekuensi penyakit jantung.

Ada hubungan antara depresi, kesehatan mental dan penyakit jantung jika anda mengalami nyeri dada karena patah hati.

Sindrom Patah Hati (Broken heart syndrome)

Dikutip TribunWow dari heart.org, sindrom patah hati juga disebut kardiomiopati akibat stres atau kardiomiopati takotsubo. Ini dapat menyerang siapa saja bahkan jika Anda sehat.

Kardiomiopati merupakan sekumpulan kelainan pada otot jantung dan seringkali berakhir dengan gagal jantung.

Wanita lebih cenderung mengalami nyeri dada yang mendadak dan intens akibat reaksi terhadap lonjakan hormon stres.

Hormon stres yang diproduksi tubuh bisa disebabkan oleh peristiwa yang mempengaruhi emosi.

Sindrom ini muncul saat kematian orang yang dicintai atau bahkan perceraian, perpisahan atau pengkhianatan atau penolakan cinta.

Broken heart syndrome dapat salah didiagnosis sebagai serangan jantung karena gejala dan hasil tesnya sama.

Bahkan, tes menunjukkan perubahan dramatis dalam ritme dan zat darah yang khas seperti serangan jantung.

Tapi tidak seluruhnya seperti serangan jantung,pada sindrom patah hati tidak ada bukti penyumbatan arteri jantung.

Cara Meningkatkan Penglihatan Anda dengan Beberapa Pengobatan Rumah yang Sederhana

Pada sindrom patah hati, sebagian jantung Anda membesar sementara dan tidak memompa dengan baik, sedangkan bagian jantung Anda yang lain berfungsi normal atau dengan kontraksi yang bahkan lebih kuat.

Para peneliti baru mulai mempelajari bahwa sindrom patah hati dapat menyebabkan kegagalan otot jantung jangka pendek yang parah.

Namun Sindrom patah hati biasanya dapat diobati.

Kebanyakan orang yang mengalaminya bisa pulih sepenuhnya dalam beberapa minggu, dan kemungkinan untuk terulang lagi tergolong rendah.

Halaman 1/2
Tags:
Tips KesehatanJantungpatah hati
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved