Kabar Tokoh
Kontras dengan Para Menteri, Polisi, hingga TNI, Menhan Ryamizard Ryacudu Ragukan Ancaman Pembunuhan
Ryamizard Ryacudu berbeda pendapat dengan sejumlah menteri hingga satuan polisi dan TNI dalam menghadapi ancaman pembunuhan kepada 4 pejabat negara.
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu berbeda pendapat dengan sejumlah menteri hingga satuan polisi dan TNI dalam menghadapi ancaman pembunuhan kepada 4 pejabat negara.
Dilansir oleh Kabar Petang tvOne, Ryamizard Ryacudu mengatakan bahwa ancaman pembunuhan itu tidak benar-benar akan terjadi.
"Jadi kalau katanya mau membunuh pejabat-pejabat saya rasa jauh lah enggak begitu," kata Ryamizard Ryacudu, Jumat (30/5/2019).
Menurutnya ancaman itu hanya gertakan yang tak akan benar-benar terjadi.
• Mantan Danjen Kopassus Soenarko Jadi Tersangka, Sri Radjasa Chandra Ungkap Sejumlah Kejanggalan
"Saya juga suka begini memang kalau dongkol 'entar gue gampar lo' sampai berapa puluh tahun saya ngomong gampar enggak ada yang saya gampar kok," katanya.
"Orang Betawi 'saya tembak palenye', sudah berapa puluh tahun enggak ada yang saya tembak palenye, itu gregetan saja tuh, enggak akan gitu-gituan. Jangan terlalu khawatir lah, bila perlu saya datang nanti, jangan begitu, kita anak bangsa kok begitu."
Selain itu Ryamizard Ryacudu juga mengatakan orang yang terlibat pada aksi 21-22 Mei di Jakarta merupakan teman.
"Kalau yang ribut-ribut ini bukan musuh, teman, katanya ada menggunakan senjata apa segala macam,' ujar Ryamizard Ryacudu.
"Kalau saya lihat ada memang, tapi senjata itu bukan dibawa dari luar negeri banyak-banyak enggak saya yakin itu, karena prajurit-prajuritnya sudah pengalaman."
• Kisah WNA Tinggal 42 Tahun & Bangun 7 Sekolah di Papua, Bercita-cita Lihat Orang Papua Jadi Presiden
Menteri Pertahanan ini juga berkomentar soal adanya dugaan Purnawirawan Soenarko yang diduga telah menyelundupkan senjata untuk digunakan setelah kericuhan 21-22 Mei tersebut.
"Itu Narko (Soenarko) itu di bawah saya 2-3 tahun itu, berarti lama, dia sudah lama dia sudah pengalaman di Papua jadi tim-tim di Aceh segala macam, kalau di punya senjata, merampas, rampasan namanya," tambahnya.
Menhan juga mengimbau agar sudah tidak ada lagi perpecahan karena politik.
Ryamizard Ryacudu juga mengancam akan turun jika tetap saja terjadi kerusuhan karena politik.
"Enggak ada lagi 01, 02, karena itu banyak teman-teman saya tuh, saya tidak benci sama teman-teman saya, pilihan itu tergantung kok mau pilih kiri, kanan satu dua terserahlah asal tidak ribut begitu, untuk apa ribut-ribut," kata Ryamizard Ryacudu.
"Kita pecah karena gara-gara politik kita pecah gara-gara pemilu, kalau bangsanya pecah enggak usah saja ada pemilu."