Breaking News:

Tips Kesehatan

Mengenal Penyebab, Gejala, hingga Pengobatan Menorrhagia, Perdarahan Berlebih saat Menstruasi

Menorraghia adalah kehilangan darah lebih dari 80 mililiter dalam satu siklus menstruasi atau dua kali lipat dari jumlah normal.

Penulis: Maria Novena Cahyaning Tyas
Editor: Lailatun Niqmah
Boldsky.com
Ilustrasi wanita yang tengah nyeri haid 

TRIBUNWOW.COM - Menstruasi adalah proses keluarnya darah dari vagina yang umum dialami oleh wanita di usia subur dikarenakan sel telur yang tidak dibuahi oleh sel sperma.

Siklus menstruasi biasanya terjadi bulanan, atau sekitar 28-35 hari sekali.

Saat menstruasi, wanita umumnya kehilangan darah hingga 30-40 mililiter atau sekitar 2-3 sendok makan selama 4 hingga 5 hari satu siklus menstruasi.

Menurut medicalnewstoday.com, menorraghia adalah kehilangan darah lebih dari 80 mililiter dalam satu siklus menstruasi atau dua kali lipat dari jumlah normal.

Ketika seorang wanita mengalami menorraghia, biasanya hal ini disertai dengan nyeri haid dan rasa tak nyaman.

Apakah Anda Butuh dan Harus Begadang Semalaman? Begini Tips Amannya agar Kesehatan Tetap Terjaga

Menstruasi yang berlangsung juga biasanya lebih dari 7 hari dan mengharuskan seorang wanita mengganti pembalut atau tampon setiap dua jam sekali.

Pada dasarnya, menorraghia bisa diartikan dengan kehilangan darah (perdarahan) yang lebih besar daripada umumnya saat menstruasi.

Menorraghia bisa meningkatkan resiko seorang wanita mengalami anemia karena kehilangan darah yang begitu banyak.

Hingga saat ini, penyebab pasti menorraghia masih belum bisa diidentifikasi.

Kendati demikian, ada beberapa hal yang disinyalir menjadi penyebab menorrhagia, yaitu:

- Gangguan hormon sesaat sebelum menopause

- Gangguan hormonal: Jika ada perubahan fluktuasi normal progesteron dan estrogen, endometrium, atau lapisan dalam rahim, dapat membangun terlalu banyak

- Disfungsi ovarium: Jika ovarium tidak melepaskan sel telur, tidak ada progesteron yang diproduksi, sehingga terjadi ketidakseimbangan hormon.

- Fibroid rahim: Ini adalah tumor non-kanker, atau jinak.
Polip uterus: Pertumbuhan jinak ini dapat menghasilkan kadar hormon yang lebih tinggi.

- Adenomyosis: Kelenjar dari endometrium menjadi tertanam di otot rahim.

Halaman
123
Tags:
Darah menstruasiTips KesehatanHaid
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved