Pilpres 2019

Sebut Bukti Link Berita sebagai Strategi, Hendarsam: TKN Reaktif Sekali, Paranoid atau Gimana?

Jubir Hukum Prabowo-Sandi, Hendarsam angkat bicara atas banyak pihak yang menilai bahwa bukti link berita untuk menggugat hasil pilpres tidak cukup

Sebut Bukti Link Berita sebagai Strategi, Hendarsam: TKN Reaktif Sekali, Paranoid atau Gimana?
Capture YouTube CNN Indonesia
Juru Bicara Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hendarsam saat menjadi narasumber di CNN Indonesia, seperti tampak dalam saluran YouTube CNN Indonesia, Selasa (28/5/2019). 

TRIBUNWOW.COM - Juru Bicara Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hendarsam Marantoko angkat bicara atas banyak pihak yang menilai bahwa bukti link berita untuk menggugat hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 tidaklah cukup kuat.

Diberitakan TribunWow.com, hal tersebut disampaikan Hendarsam saat menjadi narasumber di acara CNN Indonesia, seperti yang diunggah dalam saluran YouTube CNN Indonesia, Senin (27/5/2019).

"Pasal 5 UU ITE menyatakan bahwa mengenai alat bukti itu ada penambahan. Jadi ada perluasan makna. Kalau dulu cuma 5 alat bukti, di UU ITE ada perluasannya, dokumen elektronik itu adalah alat bukti juga," jelas Hendarsam.

Sebut Bukti Link Berita Lemah, Pengamat: Kubu Prabowo-Sandi Bisa Jadi Bulan-bulanan di Persidangan

Namun demikian, Hendarsam mengaku setuju bahwa link berita tidak hanya dijadikan satu elemen untuk membuktikan adanya suatu peristiwa hukum yang ingin didalilkan dalam suatu permohonan atau gugatan.

Hendarsam lantas menyebutkan hal tersebut bisa menjadi strategi yang dimiliki oleh kubu 02.

Sehingga, dirinya mengaku sempat heran dengan reaksi yang ditunjukkan oleh kubu Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.

Juru Bicara Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hendarsam Marantoko (kedua dari kanan) saat menjadi narasumber di CNN Indonesia, seperti tampak dalam saluran YouTube CNN Indonesia, Selasa (28/5/2019).
Juru Bicara Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hendarsam Marantoko (kedua dari kanan) saat menjadi narasumber di CNN Indonesia, seperti tampak dalam saluran YouTube CNN Indonesia, Selasa (28/5/2019). (Capture Youtube CNN Indonesia)

"Makanya saya agak heran melihat teman-teman TKN ini reaktif sekali. Kayaknya antara paranoid, salah mencerna, atau gimana?," papar dia.

Hendarsam menilai, yang dimiliki timnya itu tidak harus ditunjukkan semua di awal.

"Tentunya harus ada kejutan-kejutan di ronde pertengahan atau ronde akhir. Itu masalah strategi," ungkap Hendarsam.

"Tidak mungkin itu kita rilis semua di awal. Di mana kita saat ini berhadapan dengan penguasa, berhadapan dengan instrumen kekuasaan yang kita sudah sama-sama tahu kalau yang berseberangan dengan penguasa ini ngeri-ngeri sedap sekarang ini kalau soal nasibnya," sambung dia.

Kata Pengamat setelah Melihat Salinan Gugatan Hasil Piplres Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandi

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Claudia Noventa
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved