Pilpres 2019

Sebut Prabowo sebagai Ksatria, Ruhut Sitompul Memintanya Dinginkan Suasana

Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Ruhut Sitompul menanggapi aksi 22 Mei terkait tensi politik pasca-pilpres.

Sebut Prabowo sebagai Ksatria, Ruhut Sitompul Memintanya Dinginkan Suasana
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Ruhut Sitompul. 

TRIBUNWOW.COM - Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, Ruhut Sitompul menanggapi soal aksi massa 22 Mei pasca-pemilihan presiden (pilpres) 2019.

Dilansir oleh TribunWow.com, tanggapan itu dikemukakan Ruhut melalui acara Breaking iNews, pada Kamis (23/5/2019).

Ruhut menilai bahwa aparat telah bekerja keras untuk meredam kericuhan yang terjadi di depan Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sejak Selasa (21/5/2019) lalu.

Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun Beberkan Alasan Gugatan Prabowo pada Pilpres 2014 Ditolak MK

Kendati demikian, Ruhut mengatakan perlunya Calon Presiden (Capres) 02, Prabowo Subianto untuk turun ke lapangan.

"Ini ya saya pribadi, tapi walaupun saya mewakili TKN, melihat suasana ini kita lihat TNI, Polri, sudah bekerja demikian sangat profesional," ujar Ruhut.

"Tapi biar suasana enggak begini ya, kita tahu Pak Prabowo itu seorang ksatria."

"Saya rasa perlu Pak Prabowo juga turun ya ke bawah, kasih pengertian ke mereka pak," lanjutnya.

"Apa pun mereka rakyat kita, kita kasihan melihat suasana sekarang ini," kata Ruhut.

Supaya Kekalahan Prabowo di Pilpres Tak Terulang, Ini yang Harus Disiapkan ke MK Menurut Refly Harun

Ruhut kembali meminta Prabowo untuk ikut mendinginkan suasana atas kericuhan pasca-pilpres.

Ia menambahkan bahwa dalam aksi tersebut juga diduga ditunggangi oleh pihak ketiga.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Atri Wahyu Mukti
Editor: Claudia Noventa
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved