Pemilu 2019

Pernyataan Dokter Ani Hasibuan soal Banyak Petugas KPPS Meninggal Dunia hingga Berujung ke Polisi

Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Iwan Kurniawan mengatakan, kasus dugaan ujaran kebencian dokter Ani Hasibuan naik ke tahap penyidikan.

Pernyataan Dokter Ani Hasibuan soal Banyak Petugas KPPS Meninggal Dunia hingga Berujung ke Polisi
KOMPAS.com/JESSI CARINA
Salah seorang dokter syaraf, Ani Hasibuan, mengadukan masalah banyaknya petugas KPPS yang meninggal dunia saat menjalankan tugas, kepada Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen Senayan, Senin (6/5/2019). 

TRIBUNWOW.COM - Dokter Robiah Khairani Hasibuan atau biasa dikenal Ani Hasibuan menjadi pembicaraan publik lantaran pernyataannya mengenai banyak petugas Kelompok Panitia Pemunggutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia selama pemilu 2019.

Akibat pernyataannya, Ani dilaporkan ke pihak kepolisian atas dugaan ujaran kebencian.

Berikut 5 fakta kasus pernyataan Ani Hasibuan yang dirangkum Kompas.com;

1. Pernyataan kontroversial

Pernyataannya mengenai banyak petugas Kelompok Panitia Pemunggutan Suara (KPPS) pada Pemilu 2019 di salah satu televisi swasta, beberapa waktu lalu, memicu kontroversi publik, khususnya di media sosial.

Dikutip dari www.tribunnews.com, Ani awalnya mempertanyakan mengapa banyak petugas KPPS yang meninggal dunia di sela kerja.

"Saya sebagai dokter dari awal sudah merasa lucu, gitu. Ini bencana pembantaian atau pemilu? Kok banyak amat yang meninggal."

"Pemilu kan happy-happy mau dapat pemimpin baru kah atau bagaimana? Nyatanya (banyak yang) meninggal,” ujar Ani.

Kemudian, Ani menyanggah pernyataan pihak KPU yang menyebutkan bahwa kasus meninggalnya petugas KPPS disebabkan kelelahan bekerja.

Ani juga berpendapat, beban kerja petugas KPPS pada Pemilu 2019 ini tidak terlalu berat.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Mohamad Yoenus
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved