Pemilu 2019

Pengakuan Pendukung Prabowo-Sandi yang Ditangkap Polisi karena Sebar Video Hoaks Rekapitulasi

Pendukung paslon 02 ini ditangkap polisi lantaran mengunggah video hoaks rekapitulasi penghitungan suara tertutup melalui akun Facebook-nya.

Pengakuan Pendukung Prabowo-Sandi yang Ditangkap Polisi karena Sebar Video Hoaks Rekapitulasi
KOMPAS.com/AGIEPERMADI
RGS (45), warga Desa Kejuden Kecamatan Depok Kabupaten Cirebon ini ditangkap polisi lantaran mengunggah video hoaks yang seolah rapat rekapitulasi tertutup. 

TRIBUNWOW.COM - RGS (45),  yang mengaku pendukung pasangan calon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, ditangkap polisi lantaran mengunggah video hoaks rekapitulasi penghitungan suara tertutup melalui akun Facebook-nya.

Warga Desa Kejuden, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon ini mengatakan dirinya bukan saksi salah satu paslon dan merekam video hoaks tersebut karena ketidaktahuannya soal sistem rekapitulasi penghitungan C1.

Kepada wartawan, RGS mengaku mengunggah video tersebut lantaran ketidaktahuan dirinya terhadap rekapitulasi tersebut.

"Kepada masyarakat semua tanpa kecuali, itu (unggahan video) barangkali ketidaktahuan saya, ketidakmengertian saya tentang terbuka dan tertutupnya (sistem) rekapitulasi penghitungan C1," kata RGS di Mapolda Jabar, Rabu (15/5/2019).

Dahnil Anzar Ancam Cabut Seluruh Saksi Penghitungan Suara jika KPU Tak Segera Perbaiki Situng

RGS ingin melihat rekapitulasi di wilayahnya.

Pada saat kejadian, RGS datang sekitar pukul 10.00 WIB ke GOR Pamijahan, Desa Pamijahan, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, untuk melihat rekapitulasi tersebut.

"Memang saya bukan saksi, tapi saya ke situ ingin lihat. Karena di kecamatan lain, di sana dilakukan itu bukan di dalam gedung atau GOR, jadi masyarakat itu mau tukang becak atau apa itu, ikut melihat," katanya.

"Maksud saya hanya melihat bukan menyaksikan, tapi waktu di GOR itu ditutup sampai istirahat habis Zuhur. Saya tanyakan ke komisioner PPK, 'Pak kenapa rekapitulasi C1 di dalam GOR? (Jawabannya) Oh, ini menjaga cuaca barang kali hujan,' katanya. Saya bilang, ini cuacanya panas banget gini. Kata komisioner, jadi alasannya cuaca, jadi akhirnya di dalam GOR," katanya.

Lantaran merasa aneh rekapitulasi dilakukan di GOR, RGS kemudian memvideokan kondisi tersebut.

Video itu kemudian diunggahnya ke media sosial serta dikirimkan ke ketua PPK.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved