Kabar Tokoh

Soal 'Shutdown' Media Wiranto, Pengamat Politik: Jangan Memicu Resistensi Publik Makin Kuat

Pengamat Politik Ubedillah Badrun memberikan pendapatnya terkait pernyataan Menko bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto soal 'Shutdown' media.

Soal 'Shutdown' Media Wiranto, Pengamat Politik: Jangan Memicu Resistensi Publik Makin Kuat
Capture Dua Sisi di tvOne
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto menanggapi pernyataannya soal ancaman untuk menutup media, Kamis (9/5/2019). 

TRIBUNWOW.COM - Pengamat Politik Ubedillah Badrun memberikan pendapatnya terkait pernyataan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto, soal 'Shutdown' media.

Diberitakan TribunWow.com, hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber di program Dua Sisi tvOne, Kamis (9/5/2019).

Dalam pemaparannya, Ubedillah Badrun menilai, saat ini Wiranto sedang berusaha keras untuk menyelesaikan permasalahan terkait mana hal yang membuat masyarakat aman dan tentram.

Jawaban Wiranto soal Tujuan Bentuk Tim Pengkaji Ucapan Tokoh yang Dinilai untuk Membungkam Oposisi

Namun, sayangnya, menurut Ubedillah Badrun, hal ini justru membuat Wiranto memberikan sejumlah pernyataan-pernyataan yang menjadi polemik di masyarakat.

"Saya kira Pak Wiranto berpikir keras untuk mencoba menangkap persoalan ini di ranah polhukam ya, sehingga kemudian muncul beberapa pernyataan yang menurut saya memang sedikit dipersoalkan oleh publik," papar Ubedillah Badrun.

Ubedillah lantas mencontohkan pernyataan Wiranto beberapa waktu lalu yang menjadi polemik, yaitu terkait sanksi bagi pihak yang mengajak untuk golput dalam pemilu.

"Sebelumnya membuat pernyataan yang agak reaktif, misalnya menyebut, misalnya mengajak golput bisa dikenakan undang-undang teroris, itu beberapa waktu lalu," ujar Ubedillah.

"Kemudian yang hari ini misalnya membuat tim khusus yang kemudian memantau dan lain-lain, termasuk sampai pada media sosial tadi," sambung dia.

Ubedillah menjelaskan, di beberapa media memang sempat muncul persetujuan bahwa ketika media sudah menjadi bagian dari upaya mengganggu keamanan, maka media tersebut bisa diingatkan atau bahkan di tutup.

"Itu pernyataan yg tidak bisa hilang di media, bahkan di media televisi ada rekamannya," kata dia.

Kivlan Zen Nilai Shutdown Media Tanda Kediktatoran, Wiranto: Justru Kita Ingin Masukan dari Rakyat

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Claudia Noventa
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved