Terkini Internasional
Kisah Pria yang Hanya Butuh Rp 114 Ribu Setahun untuk Makan, Bagaimana Caranya?
Daniel Tay mencuri perhatian publik, lantaran hanya membutuhkan uang 8 dolar AS atau sekitar Rp 114 ribu untuk makan, dalam waktu satu tahun.
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Seorang pria Singapura bernama Daniel Tay mencuri perhatian publik, lantaran hanya membutuhkan uang 8 dolar AS atau sekitar Rp 114 ribu untuk makan, dalam waktu satu tahun.
Jumlah uang tersebut sangat sedikit, jika dibandingkan dengan kebutuhan membeli makan rata-rata orang Indonesia, yang sampai Rp 100 ribu per harinya.
Dalam artian bisa mencapai Rp 36,5 juta dalam setahun, hanya untuk makan saja.
Lantas, bagaimana caranya Daniel bisa sangat hemat?
Dia ternyata menjalani gaya hidup dumpster dive atau arti harafiahnya adalah "mengorek tempat sampah".
• Tradisi Kerjaan Inggris yang Berhasil Dipatahkan Anak Meghan Markle dan Pengaran Harry, Apa Saja?

Artinya, Daniel tak segan mengaduk-aduk tempat sampah untuk mencari makanan yang masih layak saantap dan benda-benda lain yang bisa dia digunakan.
Di sisi lain, Daniel (38) adalah seorang freegan, yaitu orang yang menentang konsumerisme dan mencoba mengurangi sampah untuk membersihkan lingkungan.
"Saya seorang freegan, yaitu seseorang yang menghabiskan sesedikit mungkin uang dan mencoba mendapatkan sesuatu dengan gratis," kata Daniel kepada harian The Strait Times soal definisinya sebagai freegan.
Namun, ternyata tak semua freegan menjalani gaya hidup dumpster begitu pula sebaliknya.
"Banyak pemulung menjalani gaya hidup dumpster, tetapi mereka bukan freegan. Mengapa? Karena mereka menjual benda yang mereka dapat dan bukan digunakan," papar Daniel.
"Lalu ada freegan yang bukan dumpster. Mereka mengumpulkan makanan dan membuat benda kebutuhan mereka sendiri," lanjut dia.
• Isi Pembicaraan Prabowo dengan Media Asing yang Diundang ke Rumahnya: Saya Bukan Diktator
"Freeganisme adalah gaya hidup. Sebuah filosofi. Sedangkan dumpster adalah sebuah kegiatan. Ini hanya masalah memilih mana yang lebih pas untuk Anda," tambah Daniel.
Menurut Daniel, cara hidup sebagai dumpster yang dijalaninya amat memungkinkan dilakukan di Singapura.
Sebab, lanjut dia, banyak benda di tempat sampah Singapura yang masih dalam kondisi yang amat bagus.
"Hal ini susah dilakukan di negara lain karena sampah ya...memang sampah," ujarnya.