Terkini Internasional
Peringati Hari Malaria Sedunia, WHO Mengusung Tema "Zero Malaria Starts with Me"
Pada peringatan Hari Malaria Sedunia 2019 yang jatuh pada hari ini, organisasi kesehatan dunia WHO mengusung tema "Zero Malaria Starts with Me".
Editor: Rusintha Mahayusanty Nugrahaningtyas
TRIBUNWOW.COM - Sejarah hari ini, setiap tanggal 25 April diperingati sebagai Hari Malaria Sedunia.
Pada peringatan Hari Malaria Sedunia 2019 yang jatuh pada hari ini, organisasi kesehatan dunia WHO mengusung tema "Zero Malaria Starts with Me" yang berarti "Nol Malaria Dimulai dari Saya".
WHO melalui laman resminya mengingatkan pentingnya gerakan kampanye di Hari Malaria Sedunia 2019.
• 117 Orang Pengungsi Gempa Lombok Terjangkit Malaria termasuk Bayi dan Ibu Hamil
Setelah lebih dari satu dekade perang terhadap penyakit malaria, saat ini justru tidak terlihat kemajuan dalam menekan jumlah kematian akibat malaria.
Menurut laporan terbaru WHO, tidak ada keuntungan signifikan yang dicapai dalam mengurangi kasus malaria pada periode 2015 hingga 2017.
Perkiraan jumlah kematian malaria pada 2017, dengan angka 435.000 jiwa, tetap tidak berubah dibandingkan tahun sebelumnya.
Karena itu, diperlukan tindakan mendesak untuk mendapatkan respons global terhadap malaria.
Tantangan itu terutama ada di negara-negara yang paling terkena dampak malaria.
Pada Hari Malaria Sedunia 2019, WHO bergabung dengan Kemitraan RBM untuk mengakhiri kasus malaria di berbagai negara.
Selain itu bergabung pula Komisi Uni Afrika dan organisasi mitra lainnya dalam mempromosikan "Zero Malaria Starts with Me".
Tema Hari Malaria Sedunia 2019 itu menjadi sebuah kampanye akar rumput yang bertujuan untuk menjaga agar kasus malaria tetap diperhatikan dalam agenda tiap negara.
Termasuk memobilisasi tambahan sumber daya serta memberdayakan masyarakat untuk mengambil kepemilikan dalam hal pencegahan dan perawatan penyakit malaria.
Fakta-fakta Seputar Malaria
Jika dideteksi sejak dini sebenarnya penyakit malaria bisa diatasi.
Tetapi seringkali penyakit ini menginfeksi di daerah terpencil sehingga pasien tidak langsung mendapatkan penanganan medis.
Angka kesembuhan juga tinggi jika pasien patuh mengonsumsi obat.