Terkini Daerah
Beredar Boomerang Para Terduga Pelaku Pengeroyokan Audrey di Kantor Polisi, Ini Klarifikasinya
Seorang siswi SMP di Pontianak menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan oleh duabelas murid SMA atas dasar permasalahan asmara.
Penulis: Laila Zakiyya Khairunnisa
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Media sosial tengah ramai memperbincangkan terkait para remaja di bawah umur yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), yang diduga menjadi pelaku dalam kasus pengeroyokan terhadap Audrey, siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar).
Pasalnya, tiga di antara kedua belas pelaku yang diduga melakukan pengeroyokan tersebut masih sempat mengunggah video berdurasi pendek boomerang-nya di Instagram.
Video boomerang tersebut memperlihatkan ketiga pelaku yang tengah berpose santai.
Diduga boomerang tersebut dilakukan di kantor kepolisian lantaran seorang petugas berseragam polisi tampak tak sengaja terlihat di belakang ketiganya.
• Atta Halilintar Batalkan Semua Acara, Terbang ke Pontianak Temui Audrey Korban Kekerasan

Pihak kepolisian Pontianak Selatan melalui Kapolsek Pontianak Selatan Kompol Anton Satriadi mengkonfirmasi bahwa video berdurasi pendek itu memang diambil di kantor kepolisian wilayahnya.
Kompol Anton menyebut bahwa video pendek tersebut diambil oleh ketiga terduga pelaku saat tengah menunggu di ruang lobi Mapolsek Pontianak Selatan.
Video pendek tersebut diambil pada Jumat (5/4/2019), di saat ketiganya sedang menunggu untuk diperiksa oleh penyidik kepolisian.
"Sebelum pemeriksaan, mereka saat itu disuruh menunggu di lobi Mapolsek," sebut Anton, seperti dilansir TribunWow.com dari Kompas.com, Rabu (10/4/2019).
Kompol Anton menyebut bahwa terlihatnya seorang oknum polisi dalam video boomerang tersebut tak direncanakan.
Menurutnya, oknum polisi yang saat itu tengah berada di ruang penjagaan anggota itu sudah mencoba untuk tidak tampak di dalam frame video dengan berdiri dan menghindar.
"Tapi sepertinya sudah tidak sempat lagi untuk menghindar," jelasnya.
• Luruskan Kabar Simpang Siur soal Pengeroyokan Audrey, Polisi Ungkapkan Hasil Visum Korban
Terkait kasus pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh ketiga anak di bawah umur tersebut Kompol Anton menyebut bahwa pihaknya sudah melakukan proses mediasi antara pihak keluarga terduga pelaku dengan pihak keluarga korban.
Namun ia menyebut bahwa proses mediasi yang didampingi oleh KPPAD Kalbar tersebut tak membuahkan hasil.
"Namun dalam mediasi tersebut tidak ada titik temu atau kesepakatan dari kedua belah pihak," pungkasnya.
Dikutip dari Kompas.com, polisi membeberkan hasil penyelidikan sementara kasus Audrey.
Diberitakan bahwa pelaku pengeroyokan berjumlah 12 orang.
Namun Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Husni Ramli menegaskan, pelaku utama pengeroyokan hanya berjumlah 3 orang.
Mereka adalah pelajar yang terbagi di tiga SMA di Pontianak.
"Sejauh ini yang terduga pelaku berjumlah tiga orang bukan 12 orang seperti yang beredar," ucap Kompol Husni, Selasa (9/4/2019).
• Tanggapi Kasus Kekerasan Audrey di Pontianak, Hotman Paris Sebut Pelaku Bisa Diadili hingga Ditahan
Sementara itu, dikutip dari TribunPontianak.com, Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Muhammad Husni Ramli menjelaskan hasil pemeriksaan terkait pelaku pengeroyokan.
Dijelaskan olehnya, ketiga pelaku mempunyai peran yang berbeda.
Ketiganya yakni E, T, dan L.
Sementara dua orang lainnya yakni D dan P yang merupakan siswi yang menjemput korban Audrey di rumahnya.

Beredar Kabar Adanya Penganiayaan di Organ Vital Korban
Kabar yang beredar, pelaku turut melukai organ vital korban Audrey.
Namun kabar tersebut dibantahkan oleh kepolisian berdasarkan hasil visum.
Dikutip dari Kompas.com, Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Husni Ramli, saat kejadian korban menggunakan celana panjang jenis kulot yang tidak mungkin adanya kekerasan secara langsung pada organ vital korban.
"Tidak ada (penganiayaan organ vital) karena korban pakai celana panjang kulot," kata Husni, Selasa (9/4/2019).
• Petisi Justice For Audrey Dapat Banyak Dukungan, Sudah Ditandatangani 3 Juta Lebih

Hal senada juga disampaikan oleh Kapolresta Pontianak, Kombes M Anwar Nasir, Rabu (10/4/2019).
"Saya ulangi, organ vital selaput dara tidak tampak luka robek atau memar," kata Anwar.
Akun Media Sosial Terduga Pelaku Diretas
Efek viralnya kasus Audrey, akun media sosial yang diduga milik pelaku turut diretas oleh seseorang.
Akun yang diretas tersebut kemudian digunakan untuk menginformasikan kabar soal kasus yang menimpa Audrey.
Tak hanya itu, melalui akun tersebut, kabar terbaru soal Audrey juga turut dibagikan.
• Soal Kasus Pengeroyokan Siswi SMP oleh Siswi SMA di Pontianak, Presiden Jokowi Beri Komentar
Kronologi Kejadian
AU menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan oleh dua belas murid Sekolah Menengah Atas (SMA).
Kejadian tersebut bermula ketika korban dan pelaku saling berbalas komentar di media sosial.
Komentar tersebut diketahui membahas mengenai hubungan asmara antara kakak sepupu korban dengan mantan dari satu di antara pelaku.
Keterangan terkait kejadian tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD), Tumbur Manalu, saat ditemui pada Senin (8/4/2019).
"Permasalahan awal karena masalah cowok. Menurut info, pacar kakak sepupu korban merupakan mantan pacar dari pelaku penganiayaan ini," sebut Tumbur, seperti dikutip TribunWow.com dari Tribun Pontianak, Selasa (9/4/2019).

• Viral Pengeroyokan Siswi SMP oleh 12 Murid SMA, Awkarin hingga Reza Arap Beri Dukungan
Korban pada awalnya diminta untuk bertemu dengan para pelaku dengan dalih ada sesuatu yang hendak dibicarakan, hingga akhirnya ia dijemput oleh para pelaku.
AU yang menyetujui untuk bertemu, dijemput oleh para pelaku di kediamannya, hingga kemudian dibawa menuju Jalan Sulawesi.
Namun menurut keterangan pihak pihak KPPAD, sebenarnya AU bukanlah target utama dari peristiwa pengeroyokan tersebut.
Para pelaku sebenarnya justru mengincar kakak sepupu korban untuk diserang.
Akan tetapi lantaran AU kerap kali terlibat saling balas komentar di media sosial, pelaku akhirnya merencanakan pengeroyokan tersebut.
Ketika AU sampai di kawasan Jalan Sulawesi, kemudian ia diinterogasi oleh para pelaku.
Berdasarkan keterangan pihak KPPAD, dalang di balik peristiwa pengeroyokan tersebut sebenarnya hanya ada tiga, namun sisanya adalah rekan pelaku yang berniat untuk membantu.
Para pelaku tersebut diketahui berasal dari tiga sekolah yang berbeda di Pontianak.
"Ketika dibawa ke Jalan Sulawesi korban diinterogasi dan dianiaya secara brutal oleh pelaku utama tiga orang dan rekannya yang membantu ada 9 orang sehingga total ada 12 orang," jelasnya.
• Gara-gara Komentar di Medsos, 12 Siswi SMA Keroyok Bocah SMP di Pontianak, Aksinya Viral di Twitter
Ternyata tak berhenti ketika di Jalan Sulawesi, korban lalu dibawa menuju Taman Akcaya.
Di lokasi kejadian kedua itulah penganiayaan terhadap korban terjadi lebih parah dari sebelumnya.
Akibat pengeroyokan yang dialaminya itu, AU kini harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Korban harus menjalani pemeriksaan di bagian tengkorak kepala dan dada untuk mengetahui efek trauma dari pengeroyokan tersebut.
Pemeriksaan tersebut dijalani oleh korban di Unit Radiologi, di Rumah Sakit Mitra Medika, Senin (8/4/2019).
Lihat video selengkapnya di sini:
(TribunWow.com)
WOW TODAY: