Breaking News:

Terkini Nasional

Arti 'People Power' yang Dilontarkan Amien Rais hingga Menimbulkan Polemik di Masyarakat

Apakah Anda tahu apa sesungguhnya makna 'people power' yang menjadi polemik setelah Amien Rais mengancam terkait hasil pemilu?

Tayang:
Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Rekarinta Vintoko
Tribunnews/Jeprima
Dewan Penasihat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, Amien Rais saa tiba di Gedung Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Rabu (10/10/2018). Kedatangan Amien Rais adalah untuk memenuhi panggilan penyidik atas kasus berita bohong penganiayaan Ratna Sarumpaet, Amien diperiksa sebagai saksi. 

Marcos adalah presiden Filipina pertama yang terpilih untuk menjabat selama dua masa bakti berturut-turut secara penuh.

Pada tahun 1972, ia mendirikan rezim otoriter yang memperbolehkannya tetap berkuasa hingga rezim tersebut dihapus pada 1981, dengan menggunakan hukum darurat militer sebagai alat untuk menekan oposisi.

Namun, masa pemerintahannya tak kunjung berakhir.

Marcos dilantik kembali pada tahun yang sama untuk menjabat masa bakti selama enam tahun.

Hal ini diwarnai dengan pengaturan politik yang tidak baik, masalah kesehatan, serta pelanggaran hak asasi manusia oleh pihak militer dan korupsi yang merajalela dalam pemerintahannya.

Pada masa pemerintahannya itu, tepatnya pada 21 Agustus 1983, senator Benigno Aquino, Jr. atau Ninoy dibunuh di Manila International Airport, atau yang sekarang dikenal sebagai Ninoy Aquino International Airport.

Ninoy sebelumnya diasingkan selama tiga tahun di Amerika Serikat karena kerap mengkritik dan mengecam kediktatoran Presiden Ferdinand Marcos.

Pembunuhan ini membuat masyarakat marah, terutama karena banyak masyarakat yang sudah hilang kepercayaan pada kepemimpinan Marcos.

Terlebih, dari berbagai bukti yang didapat, Presiden Marcos merupakan dalang di balik pembunuhan tersebut.

Istri Ninoy, Corazon Aquino kemudian menjadi figur populer yang menentang rezim Marcos.

Ia terus mengecam dan menuntut keadilan atas penculikan dan pembunuhan terhadap politisi-politisi oposisi.

Cak Nun Singgung soal Ancaman Amien Rais yang akan Lakukan People Power jika Pemilu Curang

Pada 23 November 1985, Marcos secara mendadak mengumumkan pemilihan presiden akan diadakan lebih cepat setahun dari jadwal.

Pemilihan pun diadakan pada 7 Februari 1986, dengan Corazon sebagai lawan politiknya.

Namun, di pemilu tersebut Marcos lagi-lagi menjadi pemenangnya.

Namun, Pemilu ini ternyata diliputi oleh serangkaian kecurangan.

Halaman 2/3
Tags:
Amien RaisPrabowo SubiantoSandiaga Uno
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved