Pilpres 2019

Beri Waktu 1 Minggu, Harimau Jokowi Ancam Gugat Puspom TNI jika Tak Klarifikasi Rekam Jejak Prabowo

Petrus Selestinus, mengatakan pihaknya memberikan waktu selama satu minggu kepada Komandan Polisi Militer TNI Mayjen TNI Dedy Iswanto.

Beri Waktu 1 Minggu, Harimau Jokowi Ancam Gugat Puspom TNI jika Tak Klarifikasi Rekam Jejak Prabowo
MAULANA MAHARDHIKA
Capres urut 1 Joko Widodo dan nomor urut 2 Prabowo Subianto berjalan bersama pada Deklarasi Kampanye Damai dan Berintegritas di Kawasan Monas, Jakarta, Minggu (23/9/2018). Deklarasi tersebut bertujuan untuk memerangi hoaks, ujaran kebencian dan politisasi SARA agar terciptanya suasana damai selama penyelenggaraan Pilpres 2019. 

TRIBUNWOW.COM - Kuasa Hukum Harimau Jokowi, Petrus Selestinus, mengatakan pihaknya memberikan waktu selama satu minggu kepada Komandan Polisi Militer TNI Mayjen TNI Dedy Iswanto untuk memberikan klarifikasi kepada pihaknya terkait rekam jejak Prabowo Subianto selama aktif berdinas di TNI.

Ia mengatakan jika Dedy tidak memberikan klarifikasi, pihaknya akan menggugat POM TNI sebagai institusi lewat pra peradilan.

Agum Gumelar Singgung Kasus Penculikan 1998 Prabowo, AHY Ungkit Sikap Agum saat Pilpres 2009

 

s
Kuasa Hukum Ormas Harimau Jokowi Petrus Selestinus di sebuah restoran di Stasiun Gambir Jakarta Pusat usai mendatangi Markas Puspom AD di Jakarta Pusat pada Kamis (14/3/2019). (Tribunnews.com/ Gita Irawan)

Hal itu disampaikan Petrus usai mendatangi Puspom AD di Jakarta Pusat, Kamis (14/3/2019).

"Kita harus beri batas waktu ke Puspom TNI, kalau sampai dengan batas waktu satu minggu ini tidak ada jawaban. Maka untuk kepentingan umum yang lebih besar, Harimau Jokowi akan menggugat pra peradilan Puspom TNI ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur," kata Petrus.

Tidak hanya itu, Petrus mengatakan jika pra peradilan sampai berlangsung, ia akan meminta mantan Danjen Kopassus dan Dewan Kehormatan Perwira Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar untuk memberikan kesaksiannya terkait Prabowo saat masih aktif menjadi prajurit TNI.

"Di dalam pra peradilan kita minta Agum Gumelar harus bicara seperti yang diomongkan. Kita minta beliau jadi saksi. Kita minta hakim panggil Dewan Kehormatan Perwira yang waktu itu memeriksa Prabowo," kata Petrus.

Solusi yang Ditawarkan Tim Prabowo-Sandiaga terkait Masalah BPJS Kesehatan

Sebelumnya ormas Harimau Jokowi mendatangi Markas Pusat Polisi Militer (Puspom) Angkatan Darat di Jakarta Pusat pada Kamis (14/3/2019) untuk bertemu dengan Komandan Polisi Militer TNI Mayjen TNI Dedy Iswanto.

Namun, Ketua Umum Harimau Jokowi Saiful Huda Ems bersama kuasa hukum Harimau Jokowi Petrus Selestinus tidak dapat bertemu dengan Dedy.

Alasannya Dedy sedang berada di Markas Pusat Polisi Militer TNI di Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur.

Sebut Jokowi Takut Cuti, Andi Arief Bandingkan dengan Era SBY-JK

Saiful mengatakan ia bersama sejumlah rekannya dari Harimau Jokowi ingin meminta klarifikasi terkait rekam jejak dan catatan Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto selama menjadi perwira TNI.

"Harimau Jokowi sebagai ormas yang ingin berperan aktif untuk pemilu yang bersih, sehat, san menginginkan pemimpin nasional yang berintegritas mau mempertanyakan soal kejahatan Prabowo di masa dia menjadi Danjen Kopassus," kata Saiful di Gambir, Jakarta Pusat pada Kamis (14/3/2019). (Tribunnews.com/Gita Irawan)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Harimau Jokowi Ancam Gugat POM TNI Jika Tidak Klarifikasi Rekam Jejak Prabowo

Ikuti kami di
Editor: Lailatun Niqmah
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved