Breaking News:

Pilpres 2019

Hasil Survei Elektabilitas Capres Terbaru, Lihat Jarak Angka Jokowi-Ma'ruf Vs Prabowo-Sandiaga

Berikut hasil survei elektabilitas capres terbaru pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Februari 2019.

Penulis: Laila N
Editor: Mohamad Yoenus
Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno, Pasangan capres dan cawapres pada Pilpres 2019. 

Februari 2019: 62,2 persen

Sementara itu, dukungan Ormas NU kepada pasangan 01 mengalami peningkatan tipis.

Upaya TKN Dongkrak Elektabilitas Jokowi di Jabar, Lawan Hoaks hingga Promosi 3 Kartu Baru Capresnya

Rincian tren dukungan NU untuk Jokowi-Ma'ruf, Agustus 2018-Februari 2019:

Agustus 2018: 62,1 persen

September 2018: 55,3 persen

Oktober 2018: 51,9 persen

November 2018: 55,4 persen

Desember 2018: 52,4 persen

Januari 2019: 55,6 persen

Februari 2019: 64,1 persen

Polmark Indonesia

Dikutip dari Tribun Madura, berdasarkan survei dari lembaga survei Polmark Indonesia, pasangan Jokowi-Ma'ruf mendapat angka 40,4 persen.

Sedangkan Prabowo-Sandiaga mendapat angka 25,8 persen.

Hasil tersebut diperoleh dari survei yang dilakukan di 73 daerah pemilihan (dapil) se-Indonesia.

Hal tersebut terbilang sedikit berbeda dari lembaga survei lainnya, lantaran jumlah pemilih yang belum menentukan pilihannya di atas 30 persen.

"Sedangkan sisanya, sekitar 33,8 persen masih belum menentukan pilihan atau undecided voters," kata Founder dan CEO Polmark Indonesia, Eep Saefulloh Fatah, saat menyampaian hasil survei lembaganya, di Forum Pikiran Akal dan Nalar, di Surabaya, Selasa (5/2/2019).

Eep mengatakan, elektabiltas petahana belum aman, karena berada di bawah 50 persen.

"Kalau masih di bawah 50 persen, belum angka aman. Kita bisa melihat, petahana yang kalah pada pilkada DKI Jakarta di 2012 dan 2017 silam memiliki gejala yang sama," ucapnya.

Eep menyebut, dari total angka yang diperoleh Jokowi-Ma'ruf, baru 31,5 persen yang mantap memilih 01, sedangkan lainnya bisa jadi berubah pilihan.

Menurutnya, hal itu membuat masih ada sisa 48 persen suara lagi yang diperebutkan dua kandidat.

Survei ini dilakukan dengan melibatkan 440 orang tiap dapil pada Oktober 2018 sampai Februari 2019.

Jumlah tersebut berbeda di dapil Jawa Barat 3, yang melibatkan 880 responden.

Survei dilakukan dengan metode multistage random sampling, dan memiliki tingkat kepercayaan 95 persen.

Sementara itu, margin of error survei kurang lebih sebesar 4,8 persen.

PDIP Klaim Elektabilitas Jokowi Meningkat

Dikutip dari Kompas.com, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto menilai keunggulan Jokowi dipengaruhi oleh debat capres 17 Januari 2019.

"Kami lihat setelah debat, rakyat memberikan apresiasi karena mampu membedakan, mana yang retorika, mana yang mengakar di dalam kebijakan konkret," kata Hasto di sela acara Safari Kebangsaan IX PDI Perjuangan di Lampung, Jumat (1/3/2019), dikutip dari siaran pers yang diterima Kompas.com.

Pasangan Capres-Cawapres 01 Joko Widodo dan Maaruf Amien bersiap melakukan Debat Perdana Capres dan Cawapres di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019).
Pasangan Capres-Cawapres 01 Joko Widodo dan Maaruf Amien bersiap melakukan Debat Perdana Capres dan Cawapres di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019). (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)

Menurut Hasto, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf saat ini sudah melebihi angka yang dikeluarkan survei Cyrus.

Hal tersebut menurutnya saat debat kedua, performa Jokowi lebih unggul dari Prabowo.

Tanggapan Polda Gorontalo soal Video Viral Curhatan Norman Kamaru tentang Pemecatannya dari Polri

BPN Optimis Maret Ini Prabowo-Sandi Salip Jokowi-Ma'ruf

Sementara itu, optimisme jelang pemungutan suara disampaikan oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

Berkaca dari hasil survei Median yang telah dirilis lebih awal dari Indomatrik, BPN Prabowo-Sandi optimis 02 akan menggungguli elektabilitas 01 Maret 2019 mendatang.

"Jadi dari angka-angka ini, kami optimis, Februari, Prabowo-Sandi akan menyalip dan memotong angka (elektabilitas) petahana. Dalam proyeksi BPN Prabowo-Sandi, Maret, Insya Allah sudah leading," ujar Jubir BPN Miftah Sabri saat dihubungi Kompas.com, Selasa (22/1/2019).

Menurut Miftah, angka petahana yang tidak sampai 50 persen menandakan kekahalan.

"Para petahana yang perolehan surveinya di bawah 50 persen rumus umumnya akan kalah dalam pemilu," ujar Miftah.

"Coba bandingkan dengan incumbent Pak SBY atau incumbent gubernur atau walikota berprestasi di Indonesia, yang berhasil terpilih kembali adalah yang 3 bulan sebelum pemilihan approval ratingnya di atas 70 persen dan tingkat dipilihnya di atas 60 persen," sambungnya.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto didampingi Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno bersama pimpinan Parpol pendukung saat memberikan keterangan pers seusai mendeklarasikan dirinya ikut pada Pilpres 2019 di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Kamis (9/8/2018) malam. Prabowo dan Sandiaga Uno resmi maju mencalonkan diri sebagai pasangan capres dan cawapres pada Pilpres 2019.
Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. (Tribunnews/Jeprima)

Dikutip dari Kabar Pemilu tvOne, Selasa (22/1/2019), hasil survei median menunjukkan Jokowi-Ma'ruf Amin mendapat 47,9 persen suara.

Sedangkan Prabowo-Sandiaga memperoleh 38,7 persen suara.

Dari keseluruhan responden, ada 13,4 persen yang belum menentukan pilihannya di Pilpres 2019.

Dari survei itu, elektabilitas keduanya hanya terpaut 9,2 persen saja.

Survei tersebut dilakukan pada 6-15 Januari 2019.

Survei ini dilakukan pada 1.500 responden dengan margin of error sebesar 2,5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Responden dipilih secara random dengan teknik multistage random sampling.

(TribunWow.com/Lailatun Niqmah)

Tags:
Jokowi-Maruf AminPrabowo-SandiagaPilpres 2019
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved