Pilpres 2019
Hasil Survei Elektabilitas Capres Terbaru, Lihat Jarak Angka Jokowi-Ma'ruf Vs Prabowo-Sandiaga
Berikut hasil survei elektabilitas capres terbaru pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Februari 2019.
Penulis: Laila N
Editor: Mohamad Yoenus
TRIBUNWOW.COM - Dua Lembaga survei telah merilis hasil survei elektabilitas capres terbaru mereka.
Dilansir oleh TribunWow.com, lembaga survei tersebut adalah Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA dan Polmark Indonsia.

Berikut hasil survei elektabilitas capres terbaru pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yang TribunWow.com rangkum, Selasa (5/3/2019):
LSI Denny JA
Dikutip dari Tribunnews.com, pasangan Jokowi-Ma'ruf unggul dengan angka 58,7 persen.
Sedangkan pasangan Prabowo-Sandi mendapat angka 30,9 persen.
Sementara itu, 9,9 persen responden belum menentuan pilihannya, dan 0,5 persen sisanya tidak sah.
Adanya angka tidak sah ini muncuk lantaran model yang dipakai adalah surat suara.
• Kata Fadli Zon hingga Pengamat soal Dampak Kasus Andi Arief terhadap Elektabilitas Prabowo-Sandi
"Jokowi-Amin masih unggul dari Prabowo-Sandi dengan selisih tetap sekitar 20 persen, tapi masih ada sisa waktu 40 hari," ujar Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (5/3/2019).
Survei ini dilakukan pada 18-25 Februari 2019.
Adapun responden yang dilibatkan dalam pebnelitian berjumlah 1.200 responden.
Sedangkan metode yang digunakan adalah wawancara tatap muka.
Para responden tersebut dipilih dengan multistage random sampling.
Dengan margin of error survei sebesar 2,9 persen.
Ardian mengungkapkan, hasil survei ini sudah bisa menggambarkan hasil Pilpres 2019 mendatang.
Hal tersebut melihat selisih cukup jauh antara pasangan calon 01 dengan 02.
Sedangkan waktu pemungutan suara hanya tinggal satu bulan lagi (17 April 2019).
"Kalau dilihat dari tren ini, pertarungan sudah selesai. Kalau dari lihat tren, tetapi namanya politik itu bisa berubah," ungkap Ardian Sopa.
Dikutip dari kompas.com, pasangan Prabowo-Sandiaga mendapat peningkatan dukungan dari berbagai Ormas Islam, kecuali Nahdlatul Ulama (NU).
"Dalam kurun waktu 6 bulan, di pemilih muslim, dukungan atas Prabowo-Sandi meningkat di berbagai ormas islam kecuali NU," ujar Ardian dalam jumpa pers di Kantor LSI, Selasa (5/3/2019).
• Gerindra Tanggapi Jawaban Cinta Laura saat TKN Bandingkan Kemampuan Bahasa Inggrisnya dengan Prabowo
Rincian tren dukungan NU ke Prabowo-Sandiaga, Agustus 2018-Februari 2019:
Agustus 2018: 29,3 persen
September 2018: 26,3 persen
Oktober 2018: 25,5 persen
November 2018: 29,6 persen
Desember 2018: 33,9 persen
Januari 2019: 33,6 persen
Februari 2019: 28,2 persen
Jumlah tersebut terpaut jauh dari ormas muslim lainnya, seperti PA 212.
Rincian tren dukungan PA 212 ke Prabowo-Sandiaga, Agustus 2018-Februari 2019:
Agustus 2018: 61,1 persen
September 2018: 80,0 persen
Oktober 2018: 62,5 persen
November 2018: 66,7 persen
Desember 2018: 100,0 persen
Januari 2019: 57,1 persen
Februari 2019: 85,7 persen
Hal serupa juga tampak dari dukungan Ormas Muhammadiyah, yang juga mengalami peningkatan
Rincian tren dukungan Muhammadiyah ke Prabowo-Sandiaga, Agustus 2018-Februari 2019:
Agustus 2018: 35,3 persen
September 2018: 37,1 persen
Oktober 2018: 64,8 persen
November 2018: 46,5 persen
Desember 2018: 41,5 persen
Januari 2019: 54,0 persen
Februari 2019: 62,2 persen
Sementara itu, dukungan Ormas NU kepada pasangan 01 mengalami peningkatan tipis.
• Upaya TKN Dongkrak Elektabilitas Jokowi di Jabar, Lawan Hoaks hingga Promosi 3 Kartu Baru Capresnya
Rincian tren dukungan NU untuk Jokowi-Ma'ruf, Agustus 2018-Februari 2019:
Agustus 2018: 62,1 persen
September 2018: 55,3 persen
Oktober 2018: 51,9 persen
November 2018: 55,4 persen
Desember 2018: 52,4 persen
Januari 2019: 55,6 persen
Februari 2019: 64,1 persen
Polmark Indonesia
Dikutip dari Tribun Madura, berdasarkan survei dari lembaga survei Polmark Indonesia, pasangan Jokowi-Ma'ruf mendapat angka 40,4 persen.
Sedangkan Prabowo-Sandiaga mendapat angka 25,8 persen.
Hasil tersebut diperoleh dari survei yang dilakukan di 73 daerah pemilihan (dapil) se-Indonesia.
Hal tersebut terbilang sedikit berbeda dari lembaga survei lainnya, lantaran jumlah pemilih yang belum menentukan pilihannya di atas 30 persen.
"Sedangkan sisanya, sekitar 33,8 persen masih belum menentukan pilihan atau undecided voters," kata Founder dan CEO Polmark Indonesia, Eep Saefulloh Fatah, saat menyampaian hasil survei lembaganya, di Forum Pikiran Akal dan Nalar, di Surabaya, Selasa (5/2/2019).
Eep mengatakan, elektabiltas petahana belum aman, karena berada di bawah 50 persen.
"Kalau masih di bawah 50 persen, belum angka aman. Kita bisa melihat, petahana yang kalah pada pilkada DKI Jakarta di 2012 dan 2017 silam memiliki gejala yang sama," ucapnya.
Eep menyebut, dari total angka yang diperoleh Jokowi-Ma'ruf, baru 31,5 persen yang mantap memilih 01, sedangkan lainnya bisa jadi berubah pilihan.
Menurutnya, hal itu membuat masih ada sisa 48 persen suara lagi yang diperebutkan dua kandidat.
Survei ini dilakukan dengan melibatkan 440 orang tiap dapil pada Oktober 2018 sampai Februari 2019.
Jumlah tersebut berbeda di dapil Jawa Barat 3, yang melibatkan 880 responden.
Survei dilakukan dengan metode multistage random sampling, dan memiliki tingkat kepercayaan 95 persen.
Sementara itu, margin of error survei kurang lebih sebesar 4,8 persen.
PDIP Klaim Elektabilitas Jokowi Meningkat
Dikutip dari Kompas.com, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto menilai keunggulan Jokowi dipengaruhi oleh debat capres 17 Januari 2019.
"Kami lihat setelah debat, rakyat memberikan apresiasi karena mampu membedakan, mana yang retorika, mana yang mengakar di dalam kebijakan konkret," kata Hasto di sela acara Safari Kebangsaan IX PDI Perjuangan di Lampung, Jumat (1/3/2019), dikutip dari siaran pers yang diterima Kompas.com.

Menurut Hasto, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf saat ini sudah melebihi angka yang dikeluarkan survei Cyrus.
Hal tersebut menurutnya saat debat kedua, performa Jokowi lebih unggul dari Prabowo.
• Tanggapan Polda Gorontalo soal Video Viral Curhatan Norman Kamaru tentang Pemecatannya dari Polri
BPN Optimis Maret Ini Prabowo-Sandi Salip Jokowi-Ma'ruf
Sementara itu, optimisme jelang pemungutan suara disampaikan oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.
Berkaca dari hasil survei Median yang telah dirilis lebih awal dari Indomatrik, BPN Prabowo-Sandi optimis 02 akan menggungguli elektabilitas 01 Maret 2019 mendatang.
"Jadi dari angka-angka ini, kami optimis, Februari, Prabowo-Sandi akan menyalip dan memotong angka (elektabilitas) petahana. Dalam proyeksi BPN Prabowo-Sandi, Maret, Insya Allah sudah leading," ujar Jubir BPN Miftah Sabri saat dihubungi Kompas.com, Selasa (22/1/2019).
Menurut Miftah, angka petahana yang tidak sampai 50 persen menandakan kekahalan.
"Para petahana yang perolehan surveinya di bawah 50 persen rumus umumnya akan kalah dalam pemilu," ujar Miftah.
"Coba bandingkan dengan incumbent Pak SBY atau incumbent gubernur atau walikota berprestasi di Indonesia, yang berhasil terpilih kembali adalah yang 3 bulan sebelum pemilihan approval ratingnya di atas 70 persen dan tingkat dipilihnya di atas 60 persen," sambungnya.

Dikutip dari Kabar Pemilu tvOne, Selasa (22/1/2019), hasil survei median menunjukkan Jokowi-Ma'ruf Amin mendapat 47,9 persen suara.
Sedangkan Prabowo-Sandiaga memperoleh 38,7 persen suara.
Dari keseluruhan responden, ada 13,4 persen yang belum menentukan pilihannya di Pilpres 2019.
Dari survei itu, elektabilitas keduanya hanya terpaut 9,2 persen saja.
Survei tersebut dilakukan pada 6-15 Januari 2019.
Survei ini dilakukan pada 1.500 responden dengan margin of error sebesar 2,5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Responden dipilih secara random dengan teknik multistage random sampling.
(TribunWow.com/Lailatun Niqmah)