Pilpres 2019
Kata BPN dan TKN soal Video Viral Diduga Kampanye Hitam di Karawang
Video viral dugaan kampanye hitam yang menggegerkan jagad media sosial ini lantas mendapatkan tanggapan, baik dari TKN ataupun BPN.
Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Rekarinta Vintoko
Sementara itu, Juru Bicara BPN, Andre Rosiade yang turut menanggapi kasus ini menyebutkan, emak-emak yang melakukan kampanye hitam itu perlu ditelusuri lebih lanjut apakah bagian dari relawan Pepes atau bukan.
• Prabowo Sebut Banyak Elite Akan Bagi-bagi Uang Jelang Pemilu, TKN: Buktikan, Siapa yang Dimaksud
Ini dikarenakan, menurut Andre, pihaknya tidak pernah memberikan arahan maupun instruksi kepada relawan untuk melakukan kampanye hitam.
Andre menjelaskan, selama ini BPN hanya meminta agar para relawan menyampaikan program yang dimiliki Prabowo-Sandi di bidang ekonomi.
"Kami tidak pernah menginstruksikan, cara cara SARA atau hoax. Relawan kita fokuskan berbicara pada ekonomi,"katanya.
Andre mengatakan, bahkan BPN juga terkejut karena ada ibu-ibu yang melakukan kampanye dengan cara seperti itu.
"Saya jamin itu bukan arahan dari BPN, sesuai dengan arahan pak Prabowo dan bang Sandi,kita fokus pada masalah ekonomi dalam berkampanye, serta mengedepankan kesantunan," pungkasnya.
Tanggapan TKN
Di sisi lain, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily menegaskan bahwa video viral itu merupakan kampanye hitam yang berisi fitnah dan kebohongan.
Ia juga mengaku bahwa kampanye dari rumah ke rumah dengan cara menyebarkan fitnah itu sangan merugikan pihak TKN.
Ace memaparkan, pihaknya mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus video viral ini.
"Menelusuri siapa yang melakukan kampanye hitam tersebut. Darimana Ibu-ibu ini mendapatkan informasi dengan mengkampanyekan hoaks dan fitnah keji seperti ini. Kami yakin bahwa cara-cara seperti ini dilakukan bukanlah berdiri diri tapi sistematis," tegas Ketua DPP Golkar ini.
Menurut Ace, ada kemungkinan bahwa kampanye samacam itu terjadi di sejumlah tempat lainnya.
Untuk itu, TKN meminta agar pihak berwajib bisa segera mengungkap tuntas cara-cara dan materi kampanye seperti ini, sehingga menjadi pembelajaran bahwa kampanye hitam dan hoaks itu melanggar hukum.
"Jika tidak, maka kampanye hoaks dan fitnah ini akan terus terjadi yang mengakibatkan rusaknya tatanan masyarakat," tegasnya.
• Arie Mufti Bentak Inas Nasrullah saat Debatkan Janji Prabowo Turunkan Harga Telur: Bisa Diam Enggak?
Isi Video Viral Kampanye Hitam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/kampanye-hitam-ke-jokowi.jpg)