RUU Permusikan
Kritik RUU Permusikan, Tsamara Amany: DPR Periode Ini Buruk Sekali, Bunuh Kreativitas Berekspresi
Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsmara Amany, melontarkan kritik terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Permusikan yang kini viral.
Penulis: Laila N
Editor: Astini Mega Sari
TRIBUNWOW.COM - Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsmara Amany, melontarkan kritik terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Permusikan yang kini viral.
Dilansir oleh TribunWow.com, hal tersebut ia sampaikan melalui akun Twitter @TsamaraDKI, Senin (4/2/2019).
Tsamara Amany menyebut Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode saat ini memiliki kinerja yang buruk.
Calon anggota legislatif (Caleg) Pemilu 2019 ini juga menganggap RUU Permusikan membunuh kreativitas dalam berekspresi.
• Perseteruan RUU Permusikan Kian Panas, Jerinx SID Unggah Komik Sindir Anang Hermansyah-Ashanty
"DPR periode ini buruk sekali. Inilah DPR yang mengesahkan UUMD3 yg mengekang kebebasan berpendapat (untung dibatalkan MK!),
mengabaikan RUU-PKS, menginisiasi pansus hak angket KPK,
dan kini berpikir ttg RUU Permusikan yg juga akan membunuh kreativitas dlm berekspresi," tulisnya.

Lebih lanjut, Tsamara Amany menyebut anggota DPR akan terus membuat RUU yang tidak masuk akal apabila tidak ada perubahan.
"DPR akan tetap sama. Tidak akan ada yang berubah.
Anggota DPR akan terus memproduksi RUU yang tak masuk akal sementara RUU yang mendesak tak segera disahkan.
Semuanya akan terus terjadi... JIKA.. JIKA.. kalian tetap memilih orang-orang yang sama untuk mewakili kalian di Senayan," ujar Tsamara Amany.

Postingan itu kemudian mendapat tanggapan dari warganet, seperti akun @Farrrdhilsyah yang menanyakan langkah PSI jika terpilih jadi DPR.
"Proses pengesahan UU itu melibatkan banyak pihak. Lalu yakin PSI jika di DPR masuk, UU akan instant di sahkan? Saya fikir tak semudah itu ferguso @TsamaraDKI," tulisnya.
Menjawab hal tersebut, Tsamara Amany berjanji, pihaknya tidak akan diam bila ada RUU seperti RUU Permusikan di DPR yang menurutnya kacau.