Terkini Daerah
5 Fakta Mayat Mahasiswi UIN Palembang, Kondisi Jasad Terikat hingga Curigai Pelaku Kasus yang Sama
Penemuan jasad Fatmi Rohanayanti mahasiswi UIN Raden Fatah Palembang di kebun karet tengah ditelusuri. lima fakta terkait penemuan Fahmi.
Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Penemuan jasad Fatmi Rohanayanti mahasiswi UIN Raden Fatah Palembang di kebun karet, di Desa Kelekar, Gelumbang, Muara Enim, Sumatera Selatan, pada Kamis, (31/1/2019) membuat warga heboh.
Dikutip TribunWow.com dari TribunSumsel.com, jasad Fatmi ditemukan dalam kondisi tanpa busana dan diikat leher serta mulutnya menggunakan pakaian korban.
Pada Jumat (1/2/2019), Kapolres Muaraenim, AKBP Afner Juwono SH SIK MH mengungkapkan telah mengamankan orang yang disebut ada kaitannya dengan kasus pembunuhan tersebut.
Berikut TribunWow.com rangkum lima fakta terkait penemuan Fahmi, hingga kecurigaan warga:
1. Jasad di Kebun
Fatmi merupakan warga Dusun IV Desa Menanti Kecamatan Kelekar.
Jasadnya ditemukan sekitar pukul 15.00 WIB di kebun semak belukar, di Desa Menanti Kecamatan Kelekar milik Kades Suban Baru bernama Feri, Kamis (31/1/2019).
Saat ditemukan kondisi mayat sudah dalam keadaan tanpa busana.
Leher serta mulutnya diikat menggunakan pakaian korban
Korban sendiri diketahui pulang ke kampung halaman karena sedang dalam masa libur kuliah.
Jasad korban kemudian dibawa ke RSUD Prabumulih untuk dilakukan autopsi.
• Mahasiswi Ditemukan Tewas Tanpa Busana di Semak-semak, Begini Kronologi dan Dugaan Pelaku
Sebelumnya, disebutkan oleh paman korban, Rianto pagi sebelum kejadian Fatmi mengantar ibunya Hiri dan ayahnya Umar ke kebun karet lalu ikut sang ibu menyadap karet.
Namun Fatmi memutuskan untuk pulang lebih awal karena akan menyiapkan makan.
"Tapi ketika ibunya pulang melihat rumah masih dalam keadaan terkunci, lalu Hiro menanyakan ke tetangga depan rumah tapi mereka menjawab belum pulang," ungkapnya.
Rianto menuturkan, setelah itu ibu korban bersama tetangga mencari namun hingga pukul 12.00 WIB tidak juga ditemukan.
"Mereka mencari ke kebun dan rumah tetangga serta teman-temannya tapi tidak juga ada," katanya.
2. Diduga Korban Pemerkosaan dan Pembunuhan
Pimpinan Kamar Mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kota Prabumulih, Jumani menyebutkan ada dugaan tindakan pemerkosaan dari tubuh korban.
"Di tubuh korban kita lihat diduga diperkosa karena kemaluan berdarah dan leher ada bekas cekikan," katanya.
Sebelumnya, jenazah korban diungkapkan Jumani dibawa ke untuk divisum di rumah sakit Prabumulih.
Namun belum sempat divisum, jenazah kembali dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang atas perintah Kapolres Muaraenim, AKBP Afner Juwono.
"Tadi memang dibawa ke kamar mayat kita, namun baru dibuka hendak bersihkan, petugas mendapat perintah dari kapolres agar dibawa ke Bhayangkara Palembang, Lalu ditutup lagi dan dibawa ke Palembang," ujar Jumaini ketika dibincangi di kamar mayat, Kamis (31/1/2019).
• Viral Video Bapak Ajak 2 Anaknya Bunuh Diri di Jembatan, Sahabat Ungkap Permasalahannya
3. Polisi Amankan Seorang yang Berkaitan
Kapolres Muaraenim, AKBP Afner Juwono SH SIK MH mengungkapkan pihaknya telah mengamankan satu orang yang statusnya masih menjadi saksi.
Orang itu masih menjalani pemeriksaan hingga Jumat (1/2/2019).
"Saat ini kita ada mengamankan satu warga, masih dilakukan pemeriksaan," ujar Kapolres ketika diwawancarai di lokasi kejadian penemuan jenazah Fatmi Rohanayanti alias Mimi, Jumat (1/2/2019).
Afner menuturkan saksi itu merupakan warga sekitar.
"Jelasnya yang diamankan itu warga Kecamatan Kelekar sini lah," bebernya.

4. Saksi yang Diamankan Resdivis Kasus yang Sama
Dijelaskan oleh Afner, saksi yang diamankan merupakan pelaku resedivis kasus yang sama yakni pemerkosaan dan pembunuhan.
"Dia itu resedivis, nantilah, nanti akan kita ekspose kalau sudah jelas," tegasnya.
Afner kembali menuturkan ada sejumlah barang bukti yang diamankan berupa pakaian korban, beberapa bercak bekas sperma dan selain itu Polres Muaraenim melibatkan pihak laboratorium forensik polda untuk melakukan olah TKP.
"Kita juga akan mendalami hasil pemeriksaan puskesmas Gelumbang, hasil visum luar di RSUD Prabumulih apakah ada indikasi persetubuhan sebelumnya," katanya.
Kapolres mengatakan sejauh ini belum ada barang bukti yang diduga milik pelaku.
Pihaknya berharap nantinya tim labfor akan menemukan petunjuk baru.
Motor korban Honda Beat hijau putih pun belum diketahui keberadaanya.
"Kita juga terus melakukan pencarian kendaraan korban Honda Beat Hijau Putih yang hilang, kita terus cari di wilayah sekitar TKP maupun ke kota Prabumulih," bebernya seraya mengatakan perkembangan selanjutnya akan diberitahu.
• Begini Kabar Terbaru Buron Pembunuh Anggota TNI di Martapura, OKU Timur
5. Warga Curigai Saksi yang Diamankan Merupakan Pelaku
Seorang warga, bernama Dedi mencurigai terduga pelaku berinisial S dan merupakan resedivis kasus pemerkosaan serta pembunuhan.
"Sudah ada memang yang diamankan polisi, infonya itu pelakunya. Ditangkap pagi tadi dan dibawa ke Polsek Gelumbang," ungkap Dedi ketika dibincangi.
Menurut Dedi apa yang dilakukan pelaku kepada korban merupakan hal yang sangat keji.
"Kejam dan bukan lagi manusia melakukan hal seperti itu, dirampok, diperkosa dan malahan di bunuh. Kejam sekali," kata Dedi.
Warga lainnya yang berkesempatan diwawancara pun meminta agar pelaku dihukum seberat-beratnya.
"Dia itu warga Desa Suban Baru dan pernah melakukan pemerkosaan serta pembunuhan di warga sana. Kami bersyukur dia ditangkap dan harapan kami dihukum seberat-beratnya biar jera," jelas warga lainnya.
Pihak kepolisian pun belum berani memberikan keterangan termasuk dimana terduga pelaku ditahan atau dimintai keterangan.
"Kita belum bisa kasih keterangan, nanti saja atau langsung ke Kapolres saja," ujar Kapolsek Gelumbang, AKP Indrowono.
(TribunWow.com)