Kongres PSSI

Mata Najwa Ungkap Rekaman Pelengseran Edy Rahmayadi sebelum Kongres PSSI di Bali

Mata Najwa memutar rekaman suara secara eksklusif bahwa ada pertemuan yang dilakukan sebelum kongres PSSI di Bali membahas Cara Edy mundur.

Mata Najwa Ungkap Rekaman Pelengseran Edy Rahmayadi sebelum Kongres PSSI di Bali
TribunJabar.com
Edy Rahmayadi mengundurkan diri dari Ketua Umum PSSI 

Ia memberikan penuturan bahwa pertemuan itu membahas pertanyaan mengenai esco PSSI yang sedang terlibat pengaturan skor.

"Yang dibicarakan itu, ini bagaimana sih, apa betul nih ada yang mau ditangkepin semuanya, mba, dengan situasi seperti ini, seluruh pengurus sepakbola di Indonesia ini resah, lalu siapa yang mau bertanya mereka, kan enggak mungkin ke Mata Najwa, kan ke rumahnya, ke kami," jelasnya.

Mundur dari PSSI, Edy Rahmayadi Blak-blakan Akui Kegagalannya Selama Menjabat sebagai Ketua Umum

Mengenai uang 1000 dolar, Najwa kembali mempertanyakannya.

"Saya enggak tahu jumlahnya, kalau ngomong soal duit jangan sama saya, saya enggak ngerti."

"Tapi ada uang yang diberikan?" tanya Najwa.

"Ini tiket lho mba," ujar Gusti.

"Informasi yang kami dapatkan, mereka menerima 4 juta untuk transportasi, tapi seribu dolar setelah tanda tangan Mosi tidak percaya," ujar Najwa.

"Saya kira murah sekali itu segitu," ujar Gusti kembali.

"Pasarannya berapa bang?," tanya Najwa.

Mendengar pertanyaan Najwa seisi studiopun bertepuk tangan.

"Enggak, masa iya dengan seribu dolar mereka ingin menggadaikan dirinya," pungkas Gusti.

Edy Rahmayadi Umumkan Mundur

Diberitakan sebelumnya, Edy Rahmayadi memberikan info terkait keputusannya untuk mundur dari Ketua Umum PSSI, Minggu (20/1/2019), dikutip dari Kompas Tv.

Melalui kongres di Sofitel Bali Nusa Dua Beach Resort, Minggu (20/1/2019) pagi, Edy Rahmayadi memohon izin mengundurkan diri dari jabatannya.

“Saya nyatakan hari ini saya mundur dari Ketua. Dengan syarat jangan khianati PSSI ini. Jangan karena satu hal lain terus kita bercokol merusak rumah besar ini.

Saya mundur bukan karena saya tidak bertanggung jawab, tetapi karena saya bertanggung jawab,” ucap Edy Rahmayadi dalam pidatonya.

Dalam menyampaikan keputusannya, ia berujar merasa gagal dan tidak punya waktu mengurus organisasi sepak bola terbesar di Indonesia ini.

Buka Suara soal Pengunduran Diri Edy Rahmayadi, Umuh Muchtar: Pak Edy Dikhianati Orang Dalam

Edy Rahmayadi mengaku gagal mengelola organisasi PSSI.

"Gagal, dilarang atur skor, terjadi atur skor. Ada perkelahian-perkelahian, itu kan gagal berarti saya. Mudah-mudah dengan wartawan membantu PSSI ini kedepan akan lebih baik. Setuju?," tegas Edy Rahmayadi di hadapan awak media.

Yang pertama, menurut dia, gagal karena bukan PSSI gagal tapi ada yang mesti lebih baik dalam mengurusnya.

Kedua memiliki waktu terbatas dan ia harus mengelola dua jabatan sekaligus.

Hal ini lantaran ia harus berada di Medan dan mengurus PSSI.

Setelah menyampaikan pesan pengunduran dirinya kepada awak media, Edy mengaku tak ditekan oleh pihak manapun, dikutip dari TribunBali.

Saat ditanya ada atau tidak tekanan politik? Edy menegaskan tidak ada.

"Tidak ada. ini bola kok politik," tegas Edy Rahmayadi.

Keputusan mundur Edy pun dinilai secara tiba-tiba. Tak ada seorang pun yang tahu termasuk pengurus atas PSSI.

"Sejak hari ini (Diputuskan). Ada tekanan? tidak ada, ini olahraga ga ada tekan menekan. Ini adalah keputusan yang paling baik. untuk bangsa kita," tegas Edy.

(TribunWow.com/ Roifah Dzatu Azmah)

Ikuti kami di
Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Mohamad Yoenus
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved