Tsunami di Banten dan Lampung
Curhat Ifan Seventeen soal Tsunami Banten, Sempat Tenangkan Temannya yang Panik Lihat Anak Krakatau
Akhir tahun 2018 lalu kabar duka datang dari grup Band Seventeen yang kehilangan sejumlah anggotanya lantaran menjadi korban atas musibah Tsunami.
Penulis: Laila Zakiyya Khairunnisa
Editor: Bobby Wiratama
Ifan mengaku saat itu udaranya terasa sangat panas, padahal biasanya jika di area pantai akan terasa berangin.
Ia merasa seperti berada dalam suatu ruangan yang pengap.
namun ia dan yang lainnya kala itu tidak berpikiran macam-macam.
"Aduh sumuk tenan (gerah banget)," kata Ifan.
• Jenguk Ifan Seventeen Bersama Rizal Armada, Pasha Ungu: Ifan Mulai Mencoba untuk Bisa Tersenyum
Saking panasnya, Ifan yang awalnya mengenakan kaus cukup tebal kemudian memilih untuk berganti baju.
Ia meminta sang adik untuk diambilkan baju lainnya yang tidak terasa panas.
Sempat makan malam bersama sebelum manggung, Ifan mengenang Herman yang sangat menyukai olahan ikan.
Kala itu, Herman memesan ikan favoritnya dan makan dengan lahap, bahkan hingga minta tambah.
"Woy man ketemu ikan seneng banget," ujar Ifan saat itu.
Sampai waktunya naik panggung, Band tersebut kemudian berkumpul di backstage untuk melakukan ritualnya, yaitu berdoa.
Kemudian Ifan mengisahkan bahwa selama di backstage, Andi sempat menunjuk Gunung Anak Krakatau yang tampak jelas dari lokasi mereka berada.
Saat itu gunung tersebut tampak sedang menyala (beraktivitas).
• Ifan Seventeen Mondok di Gontor secara Privat setelah Dylan Sahara Meninggal karena Tsunami Banten
Mengetahui gunung tersebut sedang aktif, anggota band pun sempat merasa ketakutan.
"Waduh piye iki lek mledus iki (waduh gimana ini kalo meletus)," ucap teman-teman Ifan dikisahkan oleh Ifan.
Menyadari teman-temannya merasa takut, Ifan menjadi satu-satunya yang menguatkan bahwa tidak akan terjadi hal buruk saat itu.
"Ora ora, ngopo to ora ora (enggak enggak, kenapa sih, enggak)," ujar Ifan.
Ifan mengaku sempat menenangkan teman-teman satu band-nya dengan mengatakan bahwa mereka akan baik-baik saja lantaran keberadaan mereka karena hendak mencari nafkah.
Ia dan teman-teman pun tidak merasakan hal aneh apapun hingga kemudian tsunami menerjang.
(TribunWow.com)