Pemilu 2019
Tanggapan Mahfud MD soal Viralnya Pembongkaran Makam Diduga karena Beda Pilihan Politik
Mantan Ketua MK Mahfud MD angkat bicara menanggapi viralnya kasus pembongkaran makan di Gorontalo, yang diduga karena beda pilihan politik.
Penulis: Laila N
Editor: Bobby Wiratama
Tp (kalau benar) menyuruh pindahkan mayat krn permusuhan politik ya menusuk rasa kemanusiaan," ujarnya.
Mahfud MD juga sempat menanggapi beredarnya surat pernyataan klarifikasi soal kasus tersebut.
Yang mana dalam surat disebutkan bahwa pembongkaran makam tidak ada hubungannya dengan beda pilihan politik.
"Ya, bagus. Saya juga tak menyebut parpol tertenu tapi menyebut "siapapun"; saya jg menyebut "kalau benar" itu terjadi. Itu bisikan moral saja tentang tertusuknya rasa kemanusiaan. Trims infonya, Ali," kata Mahfud MD menanggapi surat yang dibagikan netter.
• Soal Foto Gatot Nurmantyo di Baliho Prabowo-Sandi, Hidayat Nur Wahid: Saya Minta BPN Usut Tuntas
Diberitakan sebelumnya, 2 makam yang berada di sebuah pemakaman keluarga di Desa Toto Selatan, Kecamatan Kabila, Bone Bolango, Gorontalo terpaksa dibongkar setelah 26 tahun bertempat di lokasi tersebut.
Dikutip TribunWow.com dari YouTube Official iNews dalam acara iNews Siang, Minggu (13/1/2019), dua makam milik kakek serta cucunya tersebut terpaksa dipindahkan lantaran terjadi perbedaan pandangan politik antara keluarga dan pemilik tanah makam.
Kedua makam tersebut diketahui milik almarhum Masri Dunggio, yang telah 26 tahun dimakamkan di lokasi tersebut dan almarhumah Siti Aisyah Hamsah, cucu Masri Dunggio yang telah dimakamkan selama satu tahun.
Diketahui pemilik tanah makam tersebut masih berhubungan saudara sepupu dari anggota keluarga, bernama Awano
Awalnya, Awano yang juga merupakan adik ipar dari calon legislatif (caleg) meminta pihak keluarga untuk memilih Iriana Monoarfa atau yang kerap mereka sapa dengan Nani, di Pemilu 2019 nanti.
Namun pihak keluarga menolak dan hendak memilih caleg yang lain.
Mengetahui keputusan tersebut, Awano pun marah dan meminta kedua makam tersebut dipindahkan.
Tak hanya diminta memindahkan makam, Awano pun menutup akses jalan ke rumah keluarga.
"Kenapa begitu persoalannya, karena sempat terlontar dari mulutnya sodara Awano itu, kalau kamu tidak pilih Nani, pindahkan kuburan itu, dan itu berulang-ulang," ungkap Sudin, keluarga almarhum.
"Sampai puncaknya kakak saya malah dimaki-maki dan jalan akses ke kakak saya itu, dia tidak tutup sekalian sih, masih ada jalan tapi bentor saja sudah nggak bisa. Yang tadinya dari samping rumahnya itu bisa sampai ke situ," imbuh Sudin.
Proses pemindahan makam tersebut pun diiringi isak tangis oleh pihak keluarga.