Breaking News:

Terkini Daerah

Meski Harga Tiket Pesawat Domestik Turun, Warga Aceh Tetap Pilih Terbang ke Jakarta Via Kuala Lumpur

Penurunan harga tiket domestik yang digembar-gemborkan turun sampai 60 persen, ternyata masih jauh dari harga penerbangan rute internasional.

Editor: Bobby Wiratama
Facebook Lion Air Group
Tradisi water salute menyambut kedatangan pesawat baru B737 MAX 8 Lion Air di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (4/7/2017). 

Pernyataan akan tetap menggunakan jalur internasional (via Kuala Lumpur dengan Air Asia), juga diungkap beberapa warganet dalam kolom komentar postingan berita "Harga Tiket Turun, Terima Kasih Aceh" di Fanspage Facebook Serambinews.com.

"Anak saya kuliah d malang pulang nt buat paspor biar bisa transit d malaysia atau singapore baru plang k aceh," tulis pemilik akun Elizar Nasywa.

Viral Warga Aceh Pakai Paspor untuk ke Jakarta, ini Perbandingan Tarif Rute Domestik vs Via Malaysia

Hanya Turun Sedikit 

Terpisah, Wakil Ketua Komisi IV DPR Aceh, Asrizal H Asnawi mengatakan, dirinya menerima laporan warga yang menyatakan akan tetap terbang ke Jakarta dan daerah lainnya di Indonesia via Kuala Lumpur.

“Harga memang turun, tapi tidak banyak. Masih jauh lebih hemat terbang dengan Air Asia melalui Kuala Lumpur,” kata Asrizal menjawab Serambinews.com, Senin (14/1/2019).

Ia juga mengaku heran dengan pernyataan pihak INACA bahwa tiket penerbangan turun hingga 60 persen.

Padahal, berdasarkan pengecekan dirinya di situs penjualan tiket Traveloka, penurunan harga tak sekitar 30-40 persen, itu pun masih lebih tinggi dari sebelum kenaikan.

Karenanya, kata Asrizal, banyak warga Aceh menyatakan masih tetap akan terbang ke Jakarta melalui Kuala Lumpur.

“Yang membuat penasaran, kenapa Air Asia bisa jual tiket murah daripada maskapai di Indonesia. Kalau dikatakan karena kenaikan harga avtur, memangnya maskapai luar negeri itu tidak pakai avtur?,” kata Asrizal.

Anggota DPRA, Asrizal H Asnawi.
Anggota DPRA, Asrizal H Asnawi. (FACEBOOK)

Dikutip dari cnbcindonesia.com, 14 Januari 2019 pagi, harga avtur di Bandara Soekarno-Hatta Rp 8.490 per liter. Naik 12% dibanding harga avtur pada Januari 2018 lalu dari bandara yang sama, yang hanya Rp 7.580 per liter.

Dilihat dari kurs dolar, harga avtur dalam dolar di Bandara Soekarno-Hatta US$ 0,58 per liter. Naik dibanding Januari 2018 yang US$ 056,2 per liter.

Setiap liternya sudah termasuk pengiriman ke pesawat namun belum menghitung PPN 10% dan PPH 0,3% khusus penerbangan domestik.

“Kalau dibilang karena memasuki peak season Natal dan Tahun Baru 2019 yang menyebabkan tingginya permintaan tiket pesawat, tapi saya cek di Traveloka, harga tiket mahal ini terus berlangsung hingga Desember 2019. Jadi alasan peak season libur akhir tahun ini terbantahkan,” kata Asrizal.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini pun meminta kepada pemerintah dan Asosiasi Penerbangan Indonesia (INACA) untuk memberikan penjelasan secara transparan dan masuk akal.

“Khusus untuk Garuda Indonesia, sebagai perusahaan BUMN harusnya bisa memberikan kemudahan dan kesejahteraan bagi rakyat sebagaimana slogan BUMN yaitu ‘BUMN untuk membangun negeri’ jangan sebaliknya mencekik leher anak negeri,” tukas Asrizal H Asnawi.

Halaman
123
Tags:
Tiket pesawat Aceh-JakartaHarga tiket pesawat naikBandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA)Harga tiket pesawat mahal
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved