Ingin Pindah Kerja? Pikirkan Dulu 6 Hal Ini agar Keuangan Tidak Kian Buruk
Tawaran gaji besar dari perusahaan lain seringkali membuat para karyawan tergiur untuk pindah kerja.
Editor: Wulan Kurnia Putri
Saat memulai di tempat baru, biasanya gaji dan tunjangan yang diterima pada tiga bulan pertama belum utuh karena masih terhitung sebagai masa percobaan.
Tetapi ironisnya, biaya-biaya harian yang akan dikeluarkan di tempat baru bisa saja lebih tinggi dibandingkan pengeluaran rutin di tempat sebelumnya.
Hal itu disebabkan karena di tempat baru kamu perlu menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.
Mungkin penyesuaian dalam hal penampilan, bujet makan siang, biaya sosial, kebutuhan membangun jaringan, pindah tempat kos, atau bahkan harus merekrut baby sitter untuk mengurus anak-anak di rumah.
Jadi, biaya-biaya tersebut harus diperhitungkan sebelum menandatangani kontrak pekerjaan baru.
4. Cek benefit pendidikan dari perusahaan baru
Kenaikan penghasilan hanya bisa terjadi apabila karyawan meningkatkan keahlian melalui pendidikan lanjutan.
Sebagian perusahaan kemudian memberikan beasiswa kepada karyawannya untuk melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang S1, S2, bahkan hingga S3.
Bila kamu berada di perusahaan seperti itu, namun gaji mu tidak terlalu besar, maka sebaiknya bertahanlah.
Apalagi bila perusahaan baru hanya menawarkan gaji sedikit lebih tinggi saja, berkisar Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta, dari perusahaanmu sekarang.
Sedangkan mereka tidak memiliki program pemberian beasiswa untuk melanjutkan pendidikan atau keahlian.
Keputusan pindah kerja pada kondisi tersebut akan merugikan dirimu dalam jangka panjang.
Selain mencari beasiswa ataupun dana hibah untuk melanjutkan pendidikan, mungkin alasan mencari pekerjaan yang baru bisa juga disebabkan oleh adanya kelonggaran waktu dari perusahaan untuk melanjutkan pendidikan dengan biaya sendiri.
5. Cek tentang hak cuti
Hak cuti karyawan merupakan bahan pertimbangan lainnya.