Ingin Pindah Kerja? Pikirkan Dulu 6 Hal Ini agar Keuangan Tidak Kian Buruk
Tawaran gaji besar dari perusahaan lain seringkali membuat para karyawan tergiur untuk pindah kerja.
Editor: Wulan Kurnia Putri
Agar saat pasien masuk rumah sakit, tabungannya tidak terkuras habis, bahkan ada pula yang sampai berutang.
Jadi, faktor askes ini tak bisa diabaikan.
2. Siapkan dana darurat
Perpindahan tempat kerja selalu membutuhkan waktu untuk masa transisi.
Sayangnya, tidak dapat dipastikan berapa lama masa transisi berlangsung saat berpindah dari satu perusahaan ke perusahaan yang baru.
Mungkin satu bulan setelah resign, tapi bisa jadi lebih dari itu.
Kita tidak pernah tahu.
Kadang perusahaan menginginkan calon karyawan dengan status available, atau tidak terikat dengan perusahaan manapun.
Secara halus, perusahaan minta agar calon karyawan yang resign terlebih dahulu sebelum memulai pekerjaan baru dengan mereka.
Tapi, segala kemungkinan bisa saja terjadi.
Setelah mengundurkan diri, belum tentu pekerjaan baru bisa segera dimulai di tempat baru.
Ada kalanya, perekrutan tertunda untuk waktu beberapa bulan, atau bahkan sampai pada hitungan tahun.
Untuk menjaga agar situasi ini tidak mengganggu kondisi keuangan keluarga, maka siapkan dana darurat.
Maksudnya agar biaya hidup sehari-hari, biaya pendidikan anak-anak, biaya kesehatan, cicilan KPR dan kendaraan, dan biaya-biaya lainnya sudah tersedia manakala masa transisi berlangsung cukup lama.
3. Hitung biaya yang bakal keluar di tempat kerja baru