Prostitusi Online
3 Cara Ini Kerap Dipakai Artis untuk Transaksi Prostitusi Online, Liburan Luar Negeri Termasuk
Pemerhati Gaya Hidup Moammar Emka menjelaskan bahwa ada tiga cara yang biasanya digunakan oleh artis untuk mendapatkan uang dari prostitusi online
Penulis: Nila Irdayatun Naziha
Editor: Bobby Wiratama
Dalam kesempatan yang sama, Emka juga menuturkan soal level-level yang ada dalam prostitusi online.
Ia menjelaskan bahwa level yang ada dalam prostitusi online sangat banyak, bahkan dalam satu level saja, masih ada pembagian lagi untuk kelas-kelasnya.
"Kalau ngomong level kan lebar banget ya, di sana masih dibagi beberapa kelas, kalau ngomong level menengah dibagi juga dalam beberapa kelas, nah level atas apa lagi, variabel nya lebih rumit lagi," ungkap Emka.
Menilik kasus prostitusi online yang melibatkan Vanessa Angel dan Avrielya Shaqila, Emka mengungkapkan mereka termasuk dalam level menengah.
Tak hanya itu, Emka juga menjelaskan perbedaaan antara uang yang dipatok untuk Vanessa Angel dan juga Avriellya Shaqila.

Keduanya artis itu diciduk di sebuah hotel di Surabaya karena dugaan kasus prostitusi online.
"Dari angka tarif gitu (Vanessa) masih di level menengah, level menengah gini, kan ada patokan, level bawah itu dia masih start dari itungan Rp2,5 juta sampai Rp10 juta bahkan Rp25 juta, tergantung. Karena level menengah kan ada yang premium nya, ada yang gold, ada brown ada silver nya, gitu-gitu," ungkap Emka.
• Polisi Tangkap Muncikari Mahasiswi Asal Banjarmasin yang Layani Prostitusi Online Lewat WhatsApp
"Nah di kelas menengah pun juga sama, misalnya gini, kenapa yang satu Rp25 juta yang satu Rp80 juta, padahal dua dua nya sama-sama menengah itungannya, karena di level menengah ini saya urai karena agak susah gitu, membedah secara detail gitu, persoalan prostitusi online itu."
"Rp80 juta sama Rp25 juta sama-sama menengah, berarti harus dibedakan dong, yang Rp80 juta itu berarti dia masuk yang gold bahkan premium, kategori Rp25 juta berarti dia yang brown atau silver nya," jelas Emka.
Melanjutkan penjelasannya, Emka menuturkan bahwa perbedaan level tersebut dilihat berdasarkan popularitas dari artis tersebut.
"Nah iya, karena patokannya kan popularitas, kalau kita menyebut artis patokannya adalah skala popularity, jadi itu yang dipakai."
"Semakin dia tinggi semakin dia nge-top dia akan semakin mahal, patokannya sesimpel itu, bahwa skala kepopuleran itu yang menentukan kalau dia kelas menengah dia masuknya ke kategori apa, premium, gold, atau bahkan brown," kata Emka.
Dalam kasus prostitusi online tersebut, Emka menuturkan bahwa kebanyakan artis yang terlibat adalah artis-artis yang tidak terlalu banyak tampil di layar kaca.
Meskipun demikian, mereka tetap memiliki panggung sendiri di media sosial.
"Yang paling banyak memang didominasi oleh kelas bawah, dari selebriti kurang terkenal, nah kategorinya itu apa, bisa jadi ada sebagian kelas menengah tapi kita belum tau dia itu apa kelasnya, tapi yang paling banyak kan selebgram misalnya," jelas Emka.
Emka mengungkapkan bahwa kebanyakan dari artis-artis tersebut tidak lagi bergantung pada televisi karena telah mempunyai ruang sendiri.
"Kan sekarang gini, mereka tidak butuh tv, karena mereka punya TV sendiri, media sosial, mereka cuma butuh Instagram nya untuk mempromosikan dirinya, ini yang kemudian buat adanya skala-skala tadi," kata Emka.
(TribunWow.com)