Prostitusi Online
3 Cara Ini Kerap Dipakai Artis untuk Transaksi Prostitusi Online, Liburan Luar Negeri Termasuk
Pemerhati Gaya Hidup Moammar Emka menjelaskan bahwa ada tiga cara yang biasanya digunakan oleh artis untuk mendapatkan uang dari prostitusi online
Penulis: Nila Irdayatun Naziha
Editor: Bobby Wiratama
TRIBUNWOW.COM - Pemerhati Gaya Hidup Moammar Emka menuturkan bahwa ada berbagai cara yang digunakan oleh sejumlah artis untuk melakukan praktik prostitusi.
Tidak hanya prostitusi online melalui muncikari, ternyata beberapa kegiatan yang dilakukan oleh sejumlah artis juga bisa menjadi indikasi adanya praktik terselubung prostitusi online tersebut.
Dikutip dari iNews Talkshow & Magazine Sabtu (12/1/2019), Emka menjelaskan ada tiga cara yang bisa mengindikasi sejumlah artis terlibat prostitusi.
"Prostitusi artis itu dibilang gede juga enggak, dibilang kecil juga enggak," jelas Emka.
Dalam kasus prostitusi yang melibatkan artis, Emka menuturkan bahwa tidak mudah untuk mengklasifikan kegiatan yang merupakan prostitusi atau bukan.
• Penuhi Wajib Lapor sebagai Saksi, Vanessa Angel Kembali Sambangi Polda Jatim
"Karena kalau dilihat dari banyak hal kalau melihat kelas itu susah untuk membedakan, mana prostitusi mana bukan, tadi aku sebut kelas menengah dan bawah, kalangan di sebagian artis misalnya," terang Emka.
Menurut Emka, kasus prostitusi di Surabaya merupakan cara konvensional yang dipakai oleh muncikari, pasalnya prostitusi kelas atas tidak mungkin menggunakan cara-cara semacam itu.
"Kalau cara-cara yang di Surabaya itu konvensional, tapi kalau kita melihat lebih jauh di yang kelas atas, sudah tidak ada, cara-cara transaksi seperti itu," lanjutnya.

• Namanya Terseret Prostitusi Online, Baby Shu Mengaku Tidak Pernah Berurusan dengan Muncikari
Menanggapi hal tersebut, Emka lantas menuturkan bahwa bahwa cara yang dilakukan oleh artis yang terlibat prostitusi online kelas atas lebih dari sekedar melalui perantara muncikari.
"Misalnya mereka bisa menempuh cara satu seperti kontrak nikah, jadi ya udah, perjanjian kontrak nikah, dinikah setahun, dapat fasilitas apa, nanti ada perjanjiannya," ucap Emka.
Selanjutnya, Emka menjelaskan bahwa dijadikan 'peliharaan' pria (penyewa) juga menjadi satu dari cara yang dipilih artis untuk mendapatkan uang dalam ranah prostitusi.
"Yang kedua, modus peliharaan, jadi ya sudah dia (pria yang menyewa) pelihara aja, itu modus yang kedua misalnya," kata Emka melanjutkan.
Terakhir, prostitusi online dengan cara liburan ke luar negeri untuk waktu yang lama.
"Yang ketiga adalah liburan, nah liburan seks atau pelesir seks namanya, jadi ya sudah pergi kemana kek pergi seminggu dua minggu ke Hawai kek, ke Bali kek, tapi kalau Bali di kelas atas sudah bukan pilihan, ke Maldives kek, bisa aja itu terjadi,"pungkasnya.
• Polisi Tangkap Muncikari Mahasiswi Asal Banjarmasin yang Layani Prostitusi Online Lewat WhatsApp
Prostitusi Online Terapkan Level Tertentu
Dalam kesempatan yang sama, Emka juga menuturkan soal level-level yang ada dalam prostitusi online.
Ia menjelaskan bahwa level yang ada dalam prostitusi online sangat banyak, bahkan dalam satu level saja, masih ada pembagian lagi untuk kelas-kelasnya.
"Kalau ngomong level kan lebar banget ya, di sana masih dibagi beberapa kelas, kalau ngomong level menengah dibagi juga dalam beberapa kelas, nah level atas apa lagi, variabel nya lebih rumit lagi," ungkap Emka.
Menilik kasus prostitusi online yang melibatkan Vanessa Angel dan Avrielya Shaqila, Emka mengungkapkan mereka termasuk dalam level menengah.
Tak hanya itu, Emka juga menjelaskan perbedaaan antara uang yang dipatok untuk Vanessa Angel dan juga Avriellya Shaqila.

Keduanya artis itu diciduk di sebuah hotel di Surabaya karena dugaan kasus prostitusi online.
"Dari angka tarif gitu (Vanessa) masih di level menengah, level menengah gini, kan ada patokan, level bawah itu dia masih start dari itungan Rp2,5 juta sampai Rp10 juta bahkan Rp25 juta, tergantung. Karena level menengah kan ada yang premium nya, ada yang gold, ada brown ada silver nya, gitu-gitu," ungkap Emka.
• Polisi Tangkap Muncikari Mahasiswi Asal Banjarmasin yang Layani Prostitusi Online Lewat WhatsApp
"Nah di kelas menengah pun juga sama, misalnya gini, kenapa yang satu Rp25 juta yang satu Rp80 juta, padahal dua dua nya sama-sama menengah itungannya, karena di level menengah ini saya urai karena agak susah gitu, membedah secara detail gitu, persoalan prostitusi online itu."
"Rp80 juta sama Rp25 juta sama-sama menengah, berarti harus dibedakan dong, yang Rp80 juta itu berarti dia masuk yang gold bahkan premium, kategori Rp25 juta berarti dia yang brown atau silver nya," jelas Emka.
Melanjutkan penjelasannya, Emka menuturkan bahwa perbedaan level tersebut dilihat berdasarkan popularitas dari artis tersebut.
"Nah iya, karena patokannya kan popularitas, kalau kita menyebut artis patokannya adalah skala popularity, jadi itu yang dipakai."
"Semakin dia tinggi semakin dia nge-top dia akan semakin mahal, patokannya sesimpel itu, bahwa skala kepopuleran itu yang menentukan kalau dia kelas menengah dia masuknya ke kategori apa, premium, gold, atau bahkan brown," kata Emka.
Dalam kasus prostitusi online tersebut, Emka menuturkan bahwa kebanyakan artis yang terlibat adalah artis-artis yang tidak terlalu banyak tampil di layar kaca.
Meskipun demikian, mereka tetap memiliki panggung sendiri di media sosial.
"Yang paling banyak memang didominasi oleh kelas bawah, dari selebriti kurang terkenal, nah kategorinya itu apa, bisa jadi ada sebagian kelas menengah tapi kita belum tau dia itu apa kelasnya, tapi yang paling banyak kan selebgram misalnya," jelas Emka.
Emka mengungkapkan bahwa kebanyakan dari artis-artis tersebut tidak lagi bergantung pada televisi karena telah mempunyai ruang sendiri.
"Kan sekarang gini, mereka tidak butuh tv, karena mereka punya TV sendiri, media sosial, mereka cuma butuh Instagram nya untuk mempromosikan dirinya, ini yang kemudian buat adanya skala-skala tadi," kata Emka.
(TribunWow.com)