Breaking News:

Terkini Daerah

Suami Izin ke Sungai, Tak Lama sang Istri Dengar Jeritan dan Menemukannya Tewas dengan Luka Dileher

Zainal Abidin, warga Desa Prabumenang, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat tewas digorok.

Editor: Claudia Noventa
Kompas.com
Polisi selidiki bocah yang tewas di dalam mobil di kawasan Karawaci, Tangerang, pada Kamis (20/12/2018). 

TRIBUNWOW.COM - Kasus pembunuhan sadis kembali terjadi di Lahat.

Kejadian ini menimpa suami Suryani (40) warga Desa Prabumenang, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.

Betapa tidak, Suryani harus kehilangan Sang suami tercinta Zainal Abidin.

Tragis lagi kejadian begitu cepat, pada Minggu (13/1), sekitar pukul 07.00 WIB, Zainal pamit kepadanya untuk buang air ke sungai yang berjarak sekira 30 meter dari kediamanya.

"Suami pamit mau ke sungai buang air. Nah, sekitar lima menit dari rumah saya mendengar ia menjerit. Saya pun kaget dan segera menghampiri," ungkap Suryani.

Bak disambar petir, setibanya di tepian sungai ia melihat suaminya sudah jatuh di sungai dengan luka robek di bagian leher.

Ia pun berupaya meminta bantuan warga lain dengan berteriak minta tolong.

Kapolres Lahat, AKBP Ferry Harahap SIK Msi melalui Kasubag Humas, Ipda Sabar T membenarkan kejadian tersebut.

Menurutnya setelah mendapat laporan Kades setempat anggota Polsek Merapi segera mendatangi dan melakukan olah TKP.

Seorang Pria di Jatim Tewas Tersambar Petir saat Bermain Bola Memperkuat Daerahnya

Dari pemeriksaan terdapat luka sayatan di leher lebar kurang lebih 2 cm, panjang kurang lebih 5 cm dan dalam kurang lebih 1 cm.

Kemudian sekitar pukul 10.10 WIB mayat dibawa ke RSUD Lahat dengan menggunakan mobil Patroli Polsek Merapi untuk dilakukan visum.

“Penyebab kematian korban masih dalam penyelidikan pihak Polsek Merapi. Dilihat dari luka sayatan yang terdapat di leher mayat korban, kemungkinan korban dibunuh,” ujar Sabar.

Di sisi lain, penderitaan keluarga Suryani bertambah.

Pasalnya, setelah jenazah Sang Suami dibawa ke RSUD untuk divisum saat akan mengambil jenazah pihak keluarga harus membayar Rp1.7 juta.

Pihak keluarga sangat keberatan apalagi korban merupakan orang yang tak mampu.

"Kami pihak keluarga sangat keberatan meski sudah kami bayar. Sudah tertimpa musibah terus harus keluarkan uang," sesal salah satu keluarga yang enggan disebut namanya.

Rumah Camat di Manado Dirampok, Berikut 5 Fakta Penghuni Disekap, hingga Diancam dengan Parang

Menanggapai hal tersebut, Humas RSUD Lahat, Ferry seracara rinci belum mengetahui terkait visum Zainal Abidin.

Namun katanya, ada aturan terkait visum yang membuat warga harus bayar.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Tags:
Sumatra SelatanKabupaten LahatMeninggalKasus Pembunuhan
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved