Terkini Internasional
Ratusan Ribu Pegawai Pemerintahan di AS Tidak Gajian
Sekitar 800 ribu pegawai pemerintahan Amerika Serikat tak mendapatkan gaji pertama mereka di tahun 2019.
Editor: Astini Mega Sari
TRIBUNWOW.COM - Sekitar 800 ribu pegawai pemerintahan Amerika Serikat tak mendapatkan gaji pertama mereka di tahun 2019.
Penutupan sebagian lembaga federal mencapai titik terburuk dalam sejarah.
Mereka yang tak menerima penghasilan bulan Januari akibat shutdown pemerintah federal AS ini adalah para karyawan bandara, detektif Biro Investigasi Federal (FBI), hingga sipir penjara.
Para pelayan publik AS ini seharusnya menerima gaji, Jumat (11/1/2019). Situasi yang terjadi mendorong mereka mengunggah slip gaji ke media sosial.
Oscar Murillo, insinyur luar angkasa di Badan Antariksa AS (NASA), menunjukkan slip gaji kosong yang diterimanya ke akun Twitter. Ia mengaku kehabisan uang karena kondisi ini.
• Sebut Foto Spanduk Demokrat dan Prabowo-Sandi Disukai 600 Ribu Orang, Andi Arief: Pertanda Apa?
Sementara pengguna Twitter lainnya, Cat Heifner, mengunggah slip gaji bernilai satu sen yang diterima saudara lekakinya, seorang pengendali lalu lintas udara.
Situs jual-beli Craigslist pun dibanjiri iklan para pegawai pemerintahan federal yang berupaya menjual harta benda mereka.
Barang-barang itu beraneka rupa, dari kasur hingga boneka lawas. Mereka mencantumkan pula tulisan 'government shutdown specials' alias produk khusus selama penutupan pemerintah federal.
"Dijual U$93,88 (Rp1,3 juta) di Wallmart, tapi di sini saya jual US$10 (Rp141 ribu)," demikian tertulis di iklan sebuah kursi goyang.
"Kami membutuhkan uang untuk membayar tagihan," tulis sang penjual.
• Ketika Presiden AS Donald Trump Mengeluh Sendirian di Gedung Putih
Keadaan ini berawal Desember lalu saat sebagian lembaga federal ditutup sementara. Presiden AS, Donald Trump menolak menyetujui anggaran federal karena tak memuat biaya pembangunan tembok perbatasan Meksiko.
Sebelumnya, Partai Demokrat menolak usulan anggaran Trump sebesar US 5,7 miliar (Rp 80,3 triliun).
Setidaknya 25 persen dari seluruh badan federal AS tidak akan beroperasi sampai usulan anggaran tersebut disetujui.
Sebuah bank makanan di Washington DC melaporkan kantor mereka didatangi gelombang besar para pekerja federal.
Radha Muthiah, kepala Capital Area Food Bank, menyebut puluhan sukarelawan kini terus mengemas tas-tas berisi makanan untuk para pegawai negeri yang terdampak shutdown.