Kabar Tokoh
Diminta Bertukar 'Kubu' oleh Haikal Hassan saat Tampil di TV, Akbar Faizal Tak Berhenti Tertawa
Akbar Faizal tak berhenti tertawa saat Haikal Hassan meminta bertukar posisi. Hal itu tampak dalam program Kabar Petang di TV One.
Penulis: Vintoko
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNWOW.COM - Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, Akbar Faizal tak berhenti tertawa saat Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Haikal Hassan bertukar posisi dengan dirinya.
Hal itu tampak dalam acara Kabar Petang: Debat Capres atau Sosialisasi di TV One, Kamis (10/1/2019).
Mulanya, Haikal Hassan mengaku sepakat perhelatan Pilpres 2019 bukan ajang mencari kekurangan atau saling memojokkan.
• Tampil di TV, Capres Fiktif Nurhadi Tak Kuasa Tahan Tawa Dengar Omongan Sudjiwo Tedjo
"Kita sepakat bahwa hentikanlah memojokkan, hentikanlah mencari kekurangan, sekali lagi menggarisbawahi, tampilkan saja program masing-masing," kata Haikal Hassan.
Haikal Hassan lantas menyoroti soal 'pundi' masing-masing tim pasangan calon presiden dan wakil presiden baik nomor urut 01 dan 02.
Menurutnya, pundi masing-masing calon itu berbeda dan tidak bisa dibandingkan.
"Soal pundi yang Akbar sampaikan, yuk kita keluarkan saja pundi. Kalau jelas bagi 01 adalah pundi fakta, bagi 02 adalah pundi rencana, sudah pasti itu," kata Haikal Hassan.
"Kalau itu bandingkan itu tidak bisa, itu tidak apple to apple," sambung dia.
Haikal Hassan juga menyororti soal angka masyarakat yang belum menentukan pilihannya (swing voter).
"Soal swing voter, pertama angka itu saya kok punya angka tersendiri. Tidak sampai ke 40 persen dan mohon maaf sebentar lagi, bang Akbar pasti setuju dengan kalimat saya."
"Sebentar lagi, pada panen itu orang-orang survei, survei sekian-sekian, dan kita sudah cukup cerdas," jelas Haikal Hassan.
• Faizal Assegaf Sebut Pemerintahan SBY Tinggalkan Utang 2.608 T, Ferdinand Hutahaean: Zal Tobat Lu
Lantas, Haikal Hassan mencontoh soal hasil survei pada Pilkada DKI Jakarta 2017 yang menyatakan keunggulan pada pasangan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Syaiful Hidayat.
Namun pada kenyataannya, pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno berhasil menang dan menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.
"Maka dari situ saya mengambil kesimpulan tidak patut dipercaya semua angka-angka itu," ujar Haikal Hassan.
Menurutnya, hal yang dapat mempengaruhi adalah sosialisasi.
Haikal Hassan lantas menceritakan saat dirinya di Jepang.
Dirinya mengatakan, semua pendukung baik 01 dan 02 adalah saudara dan tidak boleh terpecah belah.
"Saya kemarin baru saja dari Jepang, saya katakan baik 01 dan 02 Anda semua saudara kami. Walaupun Anda tahu saya di kubu 02, saya jurkamnas, saya juru debat, dan tim pemenangan. Tapi lihat saya bicara hari ini, tidak sedikitpun keluar dari mulut saya untuk menghina."
"Anda memilih 01 Anda saudara saya, Anda memilih 02 Anda juga saudara saya. Mulailah ke depan ke sana dalam debat nanti mulailah kesana, biar Pak Prabowo dan Jokowi rangkulan, pelukan biar semua masyarakat di bawah itu tenang, damai tentram," urai Haikal Hassan.
• Jokowi Minta Kapolri Tindak Tegas Pihak yang Ingin Mendelegetimasi KPU
Setelah itu, Haikal Hassan mencontohkan dirinya dan Akbar Faizal juga melakukan hal yang serupa.
Haikal Hassan meminta Akbar Faizal untuk berpindah posisi 'kubu' dengan dirinya.
"Begitu apa yang terjadi Pak Akbar dan saya, tidak masalah, sini sebentar," kata Haikal Hassan sambil meminta Akbar Faizal pindah posisi ke '02'.
Saat dipindahkan, Akbar Faizal segera tertawa.

Akbar Faizal (kanan) tampak tertawa saat bertukar posisi dengan Haikal Hassan (kiri) (Capture/YouTube tvOneNews)
"Ini momen bersejarah," kata pembawa acara.
"Tidak ada masalah," kata Haikal Hassan.
"Berarti tidak ada agresivitas yang berlebihan," tanya pembawa acara lagi.
"Enggak perlu," kata Akbar Faizal dilanjutkan dengan tertawa.
"Hentikan kegaduhan ini, pecah Indonesia kalau semua seperti ini," timpal Haikal Hassan.
Hingga acara selesai, Akbar Faizal tampak masih tertawa.
Simak video selengkapnya di bawah ini:
Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan tema, jadwal hingga lembaga penyiaran untuk debat capres-cawapres dalam Pilpres 2019.
Berikut rincian debat capres dan cawapres yang sudah disepakati:
Debat I
Waktu: 17 Januari 2019
Lokasi: Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan
Tema: Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme
Peserta: Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.
Lembaga penyiaran: Kompas TV, TVRI, RRI, dan RTV.
Debat II
Waktu: 17 Februari 2019
Lokasi: Hotel Fairmont, Senayan
Tema: Energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, lingkungan hidup
Peserta: Calon presiden
Lembaga penyiaran: RCTI, GTV, MNC TV dan INews TV.
• Terkait Teror terhadap Pimpinan KPK, Tito Karnavian: Ada Beberapa Petunjuk Menarik
Debat III
Waktu: 17 Maret 2019
Lokasi: Hotel Sultan, Senayan
Tema: Pendidikan kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan budaya
Peserta: Calon wakil presiden
Lembaga penyiaran: Trans TV, Trans 7 dan CNN Indonesia.
Debat IV
Waktu: 30 Maret 2019
Lokasi: Balai Sudirman, Tebet
Tema: Ideologi, pemerintahan keamanan serta hubungan internasional
Peserta: Calon presiden
Lembaga penyiaran: Metro TV, SCTV dan Indosiar
Debat V
Waktu: Belum ditentukan
Lokasi: Hotel Bidakara, Pancoran
Tema: Ekonomi dan kesejahteraan sosial, keuangan, investasi, serta industri.
Peserta: Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden
Lembaga penyiaran: tvOne, ANTV, Berita Satu TV dan NET TV.
(TribunWow.com/Rekarinta Vintoko)