Pilpres 2019
Andi Arief Tantang Mahfud MD Angkat Lagi Omongannya di ILC: Hoaks Bukan?
Wakil Sekretaris Jendral Partai Demokrat, Andi Arief menantang mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD ungkap kasus korupsi
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNWOW.COM - Wakil Sekretaris Jendral Partai Demokrat, Andi Arief menantang mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD.
Hal itu dilontarkan Andi Arief melalui Twitter miliknya, @AndiArief__, Kamis (10/1/2019).
Ia mengilas balik perkataan Mahfud MD saat berada di acara Indonesia Lawyers Club, Rabu (15/8/2018).
Saat itu, Mahfud MD mengatakan bahwa sebelum dipilihnya Maruf Amin sebagai calon wakil presiden (cawapres) Joko Widodo (Jokowi) kini, ia sempat santer diberitakan akan menjadi cawapres Jokowi.
Mahfud mengatakan selain dirinya, ada beberapa nama yang disodorkan untuk menjadi cawapres.
• Jawab Sindiran Andi Arief, Mahfud MD: Gugatlah ke Partai Demokrat, yang Bikin Bahaya Ya Pak Anu
Namun Mahfud menjelaskan dari nama-nama tokoh yang disodorkan hanya dua nama yang tak terjerat kasus korupsi.
Atas pernyataannya kala itu, Andi Arief pun kembali menantang Mahfud MD untuk mengungkap siapa nama yang dimaksudkan Mahfud MD.
"Pak Prof @mohmahfudmd bilang di ILC tahu semua nama2 orang yang dicawapreskan jkw semua korupsi
Kenapa didiamkan, itu hoak bukan?," tulis Andi Arief.

Kicauan Andi Arief tantang Mahfud MD (Capture Twitter @AndiArief__)
Sementara diwartakan dari Warta Kota, berikut kutipan pernyataan Mahfud MD dalam acara ILC tersebut.
"Jadi, nama-nama (cawapres) itu semua jelas, kasus korupsinya semua sudah tahu," katanya, Rabu (15/8/2018).
Hanya dua nama tokoh-tokoh NU yang diajukan, kata Mahfud MD, yang tidak terlibat kasus korupsi.
"Nama Mahfud MD dan Said Aqil Siradj, yang lainnya ada kasus korupsinya," katanya.
Namun, pernyataan dari Mahfud MD tersebut tidak memiliki kelanjutan.
Sebelumnya, perang kicauan juga terjadi antara Mahfud MD dan Andi Arief soal kasus hoaks 7 kontainer surat suara tercoblos.
Awalnya, Andi Arief mentautkan pemberitaan terkait pernyataan Mahfud MD yang menyebut cuitannya dianggap penyebaran berita bohong atau hoaks.