Cerita Selebriti
Pasha Ungu Minta Maaf setelah Bawakan Lagu 'Kemarin', Ini Jawaban Ifan Seventeen
Vokalis band Ungu sekaligus Wakil Wali Kota Palu, Pasha sempat meminta maaf kepada Ifan Seventeen saat menyanyikan lagu "Kemarin" milik Seventeen.
Penulis: Astini Mega Sari
Editor: Claudia Noventa
Gelombang tsunami menerjang daerah Banten dan Lampung, pada Sabtu (22/12/2018), sekitar pukul 21.27 WIB.
Terjangan gelombang tsunami itu bertepatan dengan acara 'Gathering PLN' di Tanjung Lesung Beach Resort, Banten.
Grup band Seventeen, bersama kru serta pelaksana acara dilaporkan sedang mengisi acara gathering tersebut.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam press release membenarkan bahwa bencana yang melanda wilayah pantai di Selat Sunda merupakan tsunami.
Tsunami tersebut bukan akibat dari gempa bumi, melainkan adanya aktivitas tektonik.
Tsunami dimungkinkan akibat longsor bawah laut karena pengaruh dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
Selain itu, pada saat yang bersamaan terjadi gelombang pasang akibat pengaruh bulan purnama.
Sehingga, terdapat kombinasi fenomena alam, yakni tsunami dan gelombang pasang.
Menurut keterangan Sutopo, Badan Geologi mendeteksi adanya erupsi Gunung Anak Krakatau, pada pukul 21.30 WIB.
Erupsi itu menyebabkan peralatan seismograf setempat rusak.
Di sisi lain, seismik Stasiun Sertung berhasil merekam adanya getaran tremor yang masif.
Namun, dari semua getaran tersebut tidak ditemukan adanya getaran dengan frekuensi tinggi yang mencurigakan.
Longsornya material sedimen di sekitar Anak Gunung Krakatau di di bawah laut lah yang dimungkinkan menjadi pemicu tsunami.
"Benar, ada tsunami yang menerjang pantai di Selat Sunda pada 22/12/2018, 20.27 WIB. Penyebab tsunami bukan gempabumi.
Namun kemungkinan adanya longsor bawah laut pengaruh erupsi Gunung Anak Krakatau.
Bersamaan dengan adanya gelombang pasang akibat bulan purnama," tulis Sutopo Minggu (23/12/2018). (TribunWow.com)
(TribunWow.com)