Breaking News:

Cerita Selebriti

Pasha Ungu Minta Maaf setelah Bawakan Lagu 'Kemarin', Ini Jawaban Ifan Seventeen

Vokalis band Ungu sekaligus Wakil Wali Kota Palu, Pasha sempat meminta maaf kepada Ifan Seventeen saat menyanyikan lagu "Kemarin" milik Seventeen.

Penulis: Astini Mega Sari
Editor: Claudia Noventa
Instagram/@pashaungu_vm
Wakil Wali Kota Palu sekaligus penyanyi vokalis band Ungu, Sigit Purnomo Said alias Pasha dalam unggahan Instagramnya, Rabu (5/9/2018). 

TRIBUNWOW.COM - Vokalis band Ungu sekaligus Wakil Wali Kota Palu, Sigit Purnomo alias Pasha, sempat meminta maaf kepada Riefian Fajarsyah atau Ifan saat menyanyikan lagu "Kemarin" milik Seventeen.

Hal itu lantaran Pasha belum meminta izin untuk menyanyikan lagu tersebut saat manggung di Singapura.

Dikutip TribunWow.com dari akun Instagram, @pashaungu_vm, Pasha mengunggah video dirinya menyanyikan lagu "Kemarin" melalui fitur Insta Story, pada Minggu (30/12/2018).

 

Ungkap Kerinduannya pada Suami, Istri Herman Seventeen Tuliskan Lirik Lagu Tanpa Pesan Terakhir

Pasha terlihat duduk di sofa sebuah panggung sambil bernyanyi dan memetik gitar.

Suara penonton yang ikut bernyanyi juga terdengar dalam video.

Pasha menyanyikan lagu itu sebagai penghormatan untuk ketiga personel Seventeen yang meninggal karena tsunami Banten, yakni Bani (bassist), Herman (gitaris), dan Andi (drummer).

Beredar Video Penampakan Panggung Seventeen sebelum Tsunami Banten, Ifan: Ya Allah Ini Berharga

"Dinda @ifanseventeen maaf ya tadi kanda ga izin kanda bawain lagunya di Singapore," tulis Pasha.

"Semua nyanyi juga titip doa buat dinda.. Insya Allah dinda kuat dan terus berkarya..," imbuhnya.

"Lebih syahdu kalau dinda @ifanseventeen yang bawain. Teruntuk sahabatku almarhum Herman, Bani, Andi, Seventeen..," tulisnya lagi.

Unggahan Instagram Stories Pasha Ungu, Sabtu (29/12/2018).
Unggahan Instagram Stories Pasha Ungu, Sabtu (29/12/2018). (Instagram/pashaungu_vm)

Kendati demikian, Ifan Seventeen tak mempermasalahkan hal tersebut.

Lewat unggahan Insta Story miliknya, Ifan membagikan ulang postingan Pasha.

Lirik Lagu Seventeen - Kemarin, Ifan Ceritakan Kisah Herman yang Ciptakan Lagu tentang Kematian

Ia berterima kasih pada Pasha yang telah membawakan lagu tersebut.

Suami mendiang Dylan Sahara ini juga menyebut bahwa Pasha lebih keren membawakan lagu tersebut dibanding dirinya,

"Masya Allah kanda, makasih udah mau nyanyiin lagu @seventeenbandid. Anak2 kalo tau pasti seneng banget, barakallah kanda," tulis Ifan.

"Kanda lebih keren bawainnya," tulisnya lagi.

Unggahan Instagram Story Ifan Seventeen, Minggu (30/12/2018).
Unggahan Instagram Story Ifan Seventeen, Minggu (30/12/2018). (Instagram/ifanseventeen)

Lagu "Kemarin" merupakan lagu ciptaan Herman Sikumbang, gitaris Seventeen.

Setelah kepergian tiga personel Seventeen itu, lagu "Kemarin" ciptaan Herman Sikumbang kembali viral di media sosial.

Lagu ini mengisahkan tentang seseorang yang kehilangan orang yang dicintainya untuk selama-lamanya.

Kembali Protes ke BMKG, Ifan Seventeen: Kalau Peringatan di Keep Sendiri Ya Nggak Usah Bikin Badan

Diberitakan sebelumnya, grup band Seventeen menjadi korban tsunami yang melanda kawasan pesisir Banten dan Lampung, pada Sabtu (22/12/2018) lalu.

Dalam musibah ini, Seventeen harus kehilangan tiga personel mereka, yakni Bani (bassist), Herman (gitaris) dan Andi (drummer) dan hanya menyisakan satu orang, yakni Ifan, sang vokalis.

Selain personel Seventeen, manajer mereka, Oki Wijaya, juga turut menjadi korban dalam musibah ini.

Tak hanya itu, istri dari Ifan Seventeen, Dylan Sahara, juga menjadi korban meninggal dunia setelah beberapa hari dinyatakan hilang.

Panggung sebelum Tsunami

Video penampakan panggung Seventeen sebelum tsunami Banten beredar di media sosial.

Video tersebut diunggah oleh akun Instagram seorang netizen, @hendrojarotnugroho1982, pada Rabu (26/12/2018).

Diketahui, Seventeen mengisi sebuah acara gathering di Tanjung Lesung Resort saat terjadinya tsunami, pada Sabtu (22/12/2018).

Namun nahas, acara yang semestinya berlangsung ceria tersebut justru berakhir dengan duka lantaran hampir seluruh personel Seventeen menjadi korban meninggal dunia.

Hanya sang vokalis, Ifan Seventeen yang selamat dari bencana tsunami tersebut.

Dalam video yang beredar tersebut, pemilik akun itu membagikan suasana check sound Seventeen sebelum perform.

Dari video itu, terlihat letak panggung yang sangat dekat dengan pantai.

Terlihat banner berwarna putih di belakang yang digunakan sebagai background panggung tersebut.

Sisi samping dari panggung juga langsung terlihat pantai secara langsung tanpa ada bangunan apapun.

"Kita lagi bareng sama Seventeen di pinggir pantai," ucap @hendrojarotnugroho1982 dengan penuh keceriaannya.

Ifan Seventeen memberikan komentar pada video unggahan akun @hendrojarotnugroho1982
Ifan Seventeen memberikan komentar pada video unggahan akun @hendrojarotnugroho1982 (akun instagram @hendrojarotnugroho1982)

Dalam video itu, Hendro juga menunjukkan keceriaan tim yang sedang menjajal alat musik yang akan digunakan oleh Seventeen malam hari.

Tak lama, Hendro beralih menunjukkan pemandangan laut lepas yang tepat berada di sisi panggung.

Dari sana, terlihat awan hitam yang cukup tebal serta cuaca yang mendung.

Hal tersebut juga tampak dikomentari oleh Hendro.

"Yang sana kayaknya lagi langitnya gelap, sepertinya hujan, semoga tidak parah dan semoga tidak sampai sini," ungkap Hendro berharap haerap cemas.

Namun, seperti tak menghiraukan suasana mendung dan awan gelap, Hendro melanjutkan videonya dengan mengungkapkan bahwa lokasi di mana ia berada adalah tempat yang asyik.

"Venue-nya sih asyk, semoga lancar," pungkas Hendro.

Video yang diunggahnya itu, juga disertai keterangan oleh Hendro.

"Soundcek seventeen sebelum perform malem hancur lebur," tulis Hendro.

Unggahan Hendro tersebut juga tampak dikomentari oleh Ifan Seventeen pasca tsunami terjadi.

"Ya Allah ya Tuhanku kakkk, ini video berharga banget, simpen baik2 ya kakk," tulis Ifan Seventeen dalam komentarnya.

Penyebab Tsunami Banten

Gelombang tsunami menerjang daerah Banten dan Lampung, pada Sabtu (22/12/2018), sekitar pukul 21.27 WIB.

Terjangan gelombang tsunami itu bertepatan dengan acara 'Gathering PLN' di Tanjung Lesung Beach Resort, Banten.

Grup band Seventeen, bersama kru serta pelaksana acara dilaporkan sedang mengisi acara gathering tersebut.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam press release membenarkan bahwa bencana yang melanda wilayah pantai di Selat Sunda merupakan tsunami.

Tsunami tersebut bukan akibat dari gempa bumi, melainkan adanya aktivitas tektonik.

Tsunami dimungkinkan akibat longsor bawah laut karena pengaruh dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

Selain itu, pada saat yang bersamaan terjadi gelombang pasang akibat pengaruh bulan purnama.

Sehingga, terdapat kombinasi fenomena alam, yakni tsunami dan gelombang pasang.

Menurut keterangan Sutopo, Badan Geologi mendeteksi adanya erupsi Gunung Anak Krakatau, pada pukul 21.30 WIB.

Erupsi itu menyebabkan peralatan seismograf setempat rusak.

Di sisi lain, seismik Stasiun Sertung berhasil merekam adanya getaran tremor yang masif.

Namun, dari semua getaran tersebut tidak ditemukan adanya getaran dengan frekuensi tinggi yang mencurigakan.

Longsornya material sedimen di sekitar Anak Gunung Krakatau di di bawah laut lah yang dimungkinkan menjadi pemicu tsunami.

"Benar, ada tsunami yang menerjang pantai di Selat Sunda pada 22/12/2018, 20.27 WIB. Penyebab tsunami bukan gempabumi.

Namun kemungkinan adanya longsor bawah laut pengaruh erupsi Gunung Anak Krakatau.

Bersamaan dengan adanya gelombang pasang akibat bulan purnama," tulis Sutopo Minggu (23/12/2018). (TribunWow.com)

(TribunWow.com)

Tags:
Pasha UnguIfan SeventeenInstagramLagu Kemarin
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved