Tsunami di Banten dan Lampung
Lirik Lagu Seventeen - Kemarin, Ifan Ceritakan Kisah Herman yang Ciptakan Lagu tentang Kematian
Grup band Seventeen menjadi korban tsunami yang melanda kawasan pesisir Banten dan Lampung pada Sabtu (22/12/2018) lalu.
Penulis: Maria Novena Cahyaning Tyas
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Grup band Seventeen menjadi korban tsunami yang melanda kawasan pesisir Banten dan Lampung, pada Sabtu (22/12/2018) lalu.
Dalam musibah ini, Seventeen harus kehilangan tiga personel mereka, yakni Bani (bassist), Herman (gitaris) dan Andi (drummer) dan hanya menyisakan satu orang, yakni Ifan, sang vokalis.
Selain personel Seventeen, manajer mereka, Oki Wijaya, juga turut menjadi korban dalam musibah ini.
Tak hanya itu, istri dari Ifan Seventeen, Dylan Sahara, juga menjadi korban meninggal dunia setelah beberapa hari dinyatakan hilang.
• Kembali Protes ke BMKG, Ifan Seventeen: Kalau Peringatan di Keep Sendiri Ya Nggak Usah Bikin Badan
Setelah kepergian tiga personel Seventeen itu, lagu Kemarin ciptaan Herman Sikumbang kembali viral di media sosial.
Diketahui lagu ini mengisahkan tentang seseorang yang kehilangan orang yang dicintainya untuk selama-lamanya.
Berikut lirik lagu Seventeen - Kemarin
Kemarin engkau masih ada di sini
Bersamaku menikmati rasa ini
Berharap semua takkan pernah berakhir
Bersamamu bersamamu
Kemarin dunia terlihat sangat indah
Dan denganmu merasakan ini semua
Melewati hitam putih hidup ini
Bersamamu bersamamu
Kini sendiri di sini
Mencarimu tak tahu dimana
Semoga tenang kau di sana selamanya
Aku selalu mengingatmu
Doakanmu setiap malamku
Semoga tenang kau di sana selamanya
Kini sendiri di sini
Mencarimu tak tahu dimana
Semoga tenang kau di sana
Selamanya
Aku selalu mengingatmu
Doakanmu setiap malamku
Semoga tenang kau di sana
Selamanya
• Jawaban Ifan Seventeen soal Nasib Grup Band Seventeen pasca Personilnya Jadi Korban Tsunami Banten
Tonton video klipnya di bawah ini
Diketahui lagu 'Kemarin' dirilis Seventeen pada 21 Desember 2016, hampir tepat dua tahun sebelum kejadian tsunami yang melanda Banten dan Lampung.