Kerap Disepelekan, Ternyata Rokok Elektronik Miliki Bahaya yang Lebih Tinggi dari yang Konvensional
Tren menggunakan rokok elektrik meresahkan para orang tua di Amerika Serikat, mereka berharap para ahli segera menemukan pengobatan yang tepat.
Penulis: Laila Zakiyya Khairunnisa
Editor: Bobby Wiratama
Karena pada kasus menghentikan perokok jumlah nikotin yang dihisap dalam setiap batangnya sedangkan rokok elektronik tidak.
Jumlah nikotin yang diserap dalam setiap tarikan vape sendiri tak dapat dihitung dengan pasti.
Selain nikotin, dalam rokok elektronik ditemukan pula zat karsinogen, yaitu formaldehida.
Terdapat pula zat lain yang berbahaya yaitu diacetyl, zat yang dikaitkan dengan penyakit paru-paru.
Orang tua para remaja di Amerika sudah mulai resah dengan kasus remaja menggunakan rokok elektronik ini dan meminta para ahli untuk segera mencari terapi ataupun pengobatan yang sesuai.
Bahkan, rokok elektrik sudah dilarang untuk digunakan di Singapura karena dianggap membahayakan remaja di bawah 21 tahun.
(TribunWow.com/Laila Zakiyya)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/rokok-elektrik.jpg)