Terkini Daerah
Fakta Baru Pelaku Penembakan Pekerja di Papua, Korban Bukan Sasaran Utama
Fakta terkait kelompok bersenjata yang membantai pekerja di Papua mulai terungkap, mulai dari sumber senjata hingga pekerja bukan sasaran utama.
Penulis: Nila Irdayatun Naziha
Editor: Lailatun Niqmah
Ia juga menjelaskan jika setidaknya kelompok tersebut memiliki 20 hingga 25 senjata api berstandar militer yang diduga hasil rampasan dari anggota TNI dan Polri secara paksa.
• Cerita Anggota Kopassus saat di Papua, Baru Tiba Sudah Diacungi Panah dan Tombak oleh Suku Pedalaman

5. Tinggal di Hutan Terpencil
Menurut keterangan dari Wakapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi, kelompok KSB tersebut juga memang diketahui sering beroperasi di sekitar Kabupaten Nduga, Papua.
Kelompok ini sendiri mempunyai kekuatan sekitar 40 anggota.
Mereka kerap bersembunyi di hutan-hutan terpencil sehingga tidak terkontrol patroli polisi.
"Mereka mempunyai basis di hutan-hutan pedalaman di Kabupaten Nduga. Hutan-hutan ini sangat terpencil. Mereka menggunakan rintangan alam, sehingga partoli-patroli kami sangat sulit mencapai basis-basis mereka ini," ungkap Letkol Sianturi dilansir dari Tribunnews.com.
Kesulitan lainnya juga diungkapkan oleh Letkol Sianturi bahwa kelompok KKSB kerap bergabung dengan masyarakat.
"Mereka juga sering bergabung dengan masyarakat sehingga kita tak bisa memastikan mana yang betul-betul KKB, mana yang hanya simpatisan dari KKB," jelasnya.
• Soal Penembakan 31 Pekerja di Papua, Fadli Zon: Bukan Lagi Tindakan Kriminal tapi Gerakan Separatis

Update Informasi terbaru
Diberitakan sebelumnya sebanyak 31 orang diduga menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh Kelompok KKB terhadap pekerja pembangunan jembatan Jalan trans Papua di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua
Setelah menuju ke lokasi, update terbaru menyebutkan jika empat orang berhasil menyelamatkan diri saat hendak dieksekusi menggunakan timah panas dan kini telah dievakuasi ke Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya.
Keempat orang yang selamat tersebut lantas menjelaskan, jumlah pekerja saat itu mencapai 25 orang.
Dari 25 orang itu, 4 orang berhasil kabur, 2 masih dinyatakan hilang, dan 19 dipastikan oleh saksi korban meninggal dunia.
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf. Muhammad Aidi menjelaskan jika munculnya keterangan 31 orang tersebut menurut penjelasan dari seorang pendeta di Yigi.
“Jadi laporan awal yang kami terima dari seorang pendeta di Yigi, ada 8 orang yang mengungsi ke salah satu rumah keluarga anggota DPRD setempat, yang kemudian dilaporkan dieksekusi sebanyak 7 orang dan 1 berhasil melarikan diri,” katanya, Rabu (5/12/2018).