Breaking News:

Terkini Daerah

Fakta Baru Pelaku Penembakan Pekerja di Papua, Korban Bukan Sasaran Utama

Fakta terkait kelompok bersenjata yang membantai pekerja di Papua mulai terungkap, mulai dari sumber senjata hingga pekerja bukan sasaran utama.

Penulis: Nila Irdayatun Naziha
Editor: Lailatun Niqmah
KOMPAS/Aris Prasetyo
Deretan Fakta Penembakam Massal 31 Pekerja BUMN di Papua 

Namun alasan kelompok tersebut tidak serta merta dibenarkan oleh Tito, menurutnya pemerintah telah melakukan upaya untuk menyetarakan kesejahteraan di daerah tersebut.

"Bapak Presiden Jokowi ini sudah mempunyai tekad yang sangat kuat dalam hal membangun di pegunungan tengah. Salah satunya ya dengan cara membuka akses jalan Trans Papua," ujar Tito.

14 Proyek Jembatan Nduga Papua Ditangguhkan Pasca Penempakan 31 Pekerja

 

Para korban selamat saat berhasil di evakuasi dari Mbua menuju ke Wamena
Para korban selamat saat berhasil di evakuasi dari Mbua menuju ke Wamena (Kompas.com/(John Roy Purba/Istimewa))

3. Sumber Senjata dari Rampasan Aparat

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan jika kelompok KKB tersebut memperoleh senjata dari hasil rampasan aparat, dikutip dari Kompas.com.

"Pertama, mereka biasanya mendapatkannya dengan merampas dari anggota-anggota yang lengah," kata Tito di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (5/12/2018).

Kemudian Tito juga menjelaskan jika senjata tersebut didapatkan dari konflik yang sempat terjadi di Ambon.

"Dulu banyak senjata beredar di situ. Gudang Brimob saja dijebol," kata Tito.

Tito menambahkan jika senjata yang kelompok tersebut dapatkan juga merupakan senjata ilegal yang diselundupkan melalui Papua Nugini.

"Saya tidak mengatakan dari pemerintah (Papua Nugini) ya. Tapi dari jalur ilegal oknum-oknum di perbatasan Papua Nugini itu beberapa kali juga kita tangkap," kata dia.

Kapolri Sebut Akar Masalah Aksi Penembakan di Nduga Papua adalah soal Kesejahteraan

 

Aparat TNI yang ditugaskan untuk melakukan evakuasi ke Yigi.
Aparat TNI yang ditugaskan untuk melakukan evakuasi ke Yigi. ((KOMPAS.com/ ISTIMEWA))

4. Pimpinan Egianus Kogeya

Dikutip dari Kompas.com, Kodam XVII/Cenderawasih menegaskan jika KKSB di Kabupaten Nduga bertanggungjawab atas pembantaian yang diduga menewaskan 31 pekerja pembangunan jembatan di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi Kabupaten Nduga, Papua.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi.

Menurut keterangannya, kelompok tersebut dipimpin oleh Egianus Kogeya.

"Selama ini kami sudah memetakan kekuatan KKSB. Kelompok yang selama ini beroperasi di Kabupaten Nduga adalah kelompok KKSB pimpinan Egianus Kogeya," ujar Letkol Sianturi, Selasa (4/12/2018).

Egianus Kogeya selama ini mempunyai catatan rapor merah oleh aparat Kepolisian dan TNI lantaran melakukan serangkaian aksi penembakan.

Halaman
1234
Tags:
Penembakan pekerja di Nduga PapuaPembunuhan Pekerja di PapuaKelompok Kriminal Bersenjata (KKB)
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved